Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPMB, Ratusan Kursi SMP Favorit di Kota Mataram Kosong

Ali Rojai • Rabu, 2 Juli 2025 | 18:55 WIB
Nampak beberapa masyarakat pada saat penutupan jalur domisili di SMPN 6 Mataram, Rabu (2/6).
Nampak beberapa masyarakat pada saat penutupan jalur domisili di SMPN 6 Mataram, Rabu (2/6).

LombokPost- Sejumlah SMP di tengah Kota Mataram tak mampu memenuhi kuota siswa hingga berakhirnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Kondisi ini terjadi di SMPN 1 Mataram, SMPN 15 Mataram, SMPN 13 Mataram, dan SMPN 6 Mataram.

Minat orang tua untuk mendaftarkan anak di sekolah jantung kota masih tinggi. Sayangnya, mereka baru mengetahui informasi kuota kosong usai proses SPMB ditutup. Padahal kuota yang tidak terpenuhi dari sejumlah SMP tersebut mencapai ratusan kursi.

Akibatnya, muncul keinginan dari sebagian orang tua untuk mencabut berkas dari sekolah tempat anaknya diterima sebelumnya. Sayangnya, langkah itu dipastikan tidak bisa dilakukan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Syarafudin menegaskan, siswa yang sudah diterima di sekolah pilihan awal tidak bisa lagi menarik berkas.

“Ndak bisa cabut berkas, apalagi kalau sudah tutup,” tegas Syarafudin, Rabu (2/7).

Bila kebijakan cabut berkas ini dilonggarkan, ia khawatir sistem SPMB Kota Mataram akan berantakan.  

“Kalau dibuka, semua bisa cabut dan daftar ulang. Sistem bisa amburadul,” jelasnya.

Dinas Pendidikan tetap pada pendiriannya. Tidak ada toleransi bagi siswa yang ingin pindah sekolah setelah dinyatakan lolos.

 “Ndak bisa cabut berkas kalau pendaftaran sudah tutup,” tutup Syarafudin.

Fenomena SMP jantung kota tak bisa memenuhi kuota ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, sekolah favorit kekurangan siswa, di sisi lain ada sekolah yang justru khawatir siswanya akan pindah.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kuota jalur domisili di beberapa sekolah negeri memang belum terisi penuh. Misalnya, SMPN 1 Mataram dan SMPN 15 Mataram, yang biasanya menjadi rebutan, kali ini masih menyisakan kursi kosong.

Sementara itu, Kepala SMPN 23 Mataram Achmad Jauhari mengatakan, dari kuota 128 siswa, hanya 68 yang mendaftar hingga batas akhir.

“Walau belum penuh, ini lebih baik dari tahun lalu. Kami akan sebar dalam tiga rombel saja,” tutupnya. (jay)

Editor : Pujo Nugroho
#Disdik Kota Mataram #SPMB 2025 #kursi kosong #Ratusan #Jenjang SMP