LombokPost- Sejumlah SMK dan SMA negeri di wilayah pinggiran Kota Mataram mengalami kekurangan siswa baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026. Kondisi ini membuat kuota yang ditetapkan lewat SPMB belum terpenuhi secara merata.
Kondisi kekurangan siswa baru ini terutama terjadi di SMK dan SMA negeri pinggiran yang tak sepadat sekolah-sekolah favorit di pusat kota.
Ketua SPMB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Supriadi menyebutkan, beberapa sekolah belum memenuhi kuota dan saat ini pihaknya sedang melakukan distribusi ulang siswa.
“Ada beberapa SMK dan SMA negeri di pinggiran Kota Mataram yang belum terpenuhi kuotanya. Ini sedang kami atur agar siswa yang belum diterima di sekolah favorit bisa dialihkan,” ujar Supriadi.
Sebagai contoh, siswa yang gagal masuk jurusan Teknik Pemanas,Tata Udara dan Pendingin (TPTU) atau Teknik Pengelasan di SMKN 3 Mataram akan diarahkan ke SMKN 6 Mataram.
Begitu juga siswa yang tidak diterima di SMAN 3 Mataram atau SMAN 4 Mataram akan disalurkan ke SMAN 10 Mataram dan SMAN 11 Mataram.
Supriadi menjamin tidak ada siswa yang akan tertinggal dari sistem pendidikan. Distribusi siswa ini dilakukan agar seluruh calon siswa mendapatkan sekolah, terutama untuk mengisi formasi kosong di SMK dan SMA negeri yang kekurangan siswa.
“Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah hanya karena tidak diterima di sekolah jantung kota. Masih banyak sekolah lain yang berkualitas dan siap menerima,” tegas Supriadi.
Menurutnya, proses distribusi siswa ini akan terus berjalan hingga semua kuota di sekolah negeri, khususnya SMK dan SMA negeri pinggiran bisa terpenuhi.
Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan persepsi publik terhadap sekolah non favorit.
Ia berharap dengan skema distribusi ini siswa tetap bisa mendapatkan hak pendidikan dan sekolah yang kekurangan pendaftar tidak lagi kekurangan siswa.
Editor : Pujo Nugroho