LombokPost - Universitas Mataram (Unram) baru-baru ini menggelar rapat evaluasi komprehensif terkait pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2025, khususnya pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Rapat yang berlangsung Selasa, 15 Juli 2025, di Mataram ini membahas hasil evaluasi dan rekomendasi untuk menyempurnakan proses seleksi (termasuk SNBT) di tahun-tahun mendatang di UNRAM.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Sitti Hilyana (Prof. Nana), mengungkapkan adanya kenaikan signifikan jumlah pendaftar SNBT tahun 2025, mencapai 18,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Peningkatan pendaftar ini menunjukkan minat yang tinggi dari calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Unram, yang semakin dikenal di kalangan masyarakat," ujar Prof. Nana.
Perhatian Khusus untuk Mahasiswa KIP-K
Salah satu temuan penting dari evaluasi ini adalah tingginya jumlah pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) yang mencapai 4.908 orang.
Prof. Nana menambahkan, data menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Unram berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi yang rendah.
Tercatat, 43,18% mahasiswa Unram masuk dalam kategori ekonomi lemah.
"Ini menjadi tantangan besar bagi kami di Unram untuk terus berupaya memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program beasiswa dan dukungan lainnya," jelasnya.
Prof. Nana, menekankan komitmen Unram terhadap pemerataan akses pendidikan.
Program Studi Favorit dan Asal Pendaftar
Pada jalur SNBT Unram 2025, 10 program studi dengan peminat terbanyak adalah:
1. Manajemen
2. D-3 Perpajakan
3. PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)
4. D-3 Akuntansi
5. Teknik Informatika
6. Ilmu Hukum
7. D-3 Pariwisata
8. Pendidikan Dokter
9. Akuntansi
10. Farmasi
Selain itu, Unram juga mencatat lima provinsi dengan jumlah pendaftar terbanyak, menunjukkan jangkauan universitas yang luas:
1. Provinsi NTB: 12.522 pendaftar
2. Provinsi Jawa Timur: 184 pendaftar
3. Provinsi Jawa Barat: 126 pendaftar
4. Provinsi NTT: 88 pendaftar
5. Provinsi Bali: 83 pendaftar
Komitmen Paperless dan Anti-Kecurangan
Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unram, Dwi Suswanto, memastikan bahwa tidak ditemukan kecurangan dalam pelaksanaan SNBT 2025.
Namun, salah satu rekomendasi penting yang disampaikan panitia lokal Unram kepada panitia pusat adalah perlunya penerapan kebijakan paperless atau tanpa kertas pada seluruh proses seleksi dan administrasi.
"Kami sudah mulai menerapkan sistem paperless dalam pelaksanaan ujian Mandiri, dan kami berharap dapat diterapkan pada seluruh proses administrasi SNBT ke depannya,” kata Dwi.
Ia menambahkan, pada seleksi ujian Mandiri sebelumnya, Unram telah berhasil menerapkan sistem absensi digital.
Sistem ini memungkinkan pengawas memindai QR Code dari kartu peserta ujian hanya dengan menggunakan ponsel berbasis Android atau iOS, menunjukkan langkah konkret menuju efisiensi dan ramah lingkungan.
Dengan adanya evaluasi ini, Unram berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam proses PMB, serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.***
Editor : Fratama P.