Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kota Mataram Dorong Sekolah Inklusif Ramah Anak lewat Proyek Pendidikan HARUM

Ali Rojai • Kamis, 31 Juli 2025 | 18:57 WIB
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf (depan) sosialisasikan sekolah inklusif ramah anak lewat proyek pendidikan HARUM di Aula Disdik Kota Mataram, Rabu lalu (30/7).
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf (depan) sosialisasikan sekolah inklusif ramah anak lewat proyek pendidikan HARUM di Aula Disdik Kota Mataram, Rabu lalu (30/7).

LombokPost- Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan ramah anak di seluruh jenjang pendidikan dasar.

Melalui sosialisasi Proyek Perubahan Diklatpim II Tahun 2025 bertajuk  ‘Kepemimpinan Strategis dalam Transformasi Layanan Pendidikan Berbasis Sekolah Inklusif Ramah Anak untuk Mewujudkan Mataram HARUM’ Pemkot Mataram ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam layanan pendidikan.

Kegiatan yang digelar Rabu lalu (30/7) di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram diikuti oleh seluruh kepala SD dan SMP se-Kota Mataram.

Sosialisasi ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat penerapan sekolah inklusif dan ramah anak sebagai pilar penting menuju terwujudnya Mataram HARUM (Harmonis, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf menuturkan, pendidikan inklusif dan ramah anak adalah bagian dari misi utama Pemkot Mataram.

Visi tersebut berpijak pada prinsip keadilan dan kesetaraan, sejalan dengan tagline Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ‘Pendidikan Bermutu Untuk Semua’.

Hal ini menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan harus terbuka bagi seluruh anak, tanpa memandang kondisi fisik, sosial, maupun ekonomi.

“Transformasi pendidikan inklusif dan ramah anak membutuhkan kesiapan semua elemen, khususnya kepala sekolah sebagai pemimpin satuan pendidikan,” ujar Yusuf.

Dalam proyek perubahan ini, fokus utama diarahkan pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan berkelanjutan.

Guru dengan pemahaman kuat terhadap prinsip inklusi dan psikologi anak diyakini akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendorong potensi setiap siswa secara optimal.

“Pendidikan inklusif dan ramah anak tidak hanya menjamin akses, tapi juga menjamin proses belajar yang menghargai keberagaman. Itulah semangat Mataram HARUM yang sedang kami dorong,” tambah Yusuf.

Ia juga menekankan, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kepemimpinan strategis para kepala sekolah. Mereka diharapkan menjadi penggerak utama dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan siswa, sekaligus mampu merespons dinamika zaman.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan seluruh stakeholder pendidikan, Yusuf optimis Kota Mataram bisa menjadi percontohan penerapan pendidikan inklusif dan ramah anak di Provinsi NTB, bahkan secara nasional.**

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #proses belajar #Disdik Kota Mataram #HARUM #ramah anak #kepala sekolah #pendidikan inklusif