LombokPost- SMPN 19 Mataram berhadap bantuan banjir dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) bisa menyentuh siswanya. HIngga saat ini, bantuan baru diterima dari SMPN 2 Mataram.
"Bantuan dari PGRI belum disalurkan," kata Kepala SMPN 19 Mataram Nasruddin, Rabu lalu (6/8).
Banjir yang melanda Kota Mataram pada awal Juli lalu turut berdampak pada lingkungan SMPN 19 Mataram.
Meskipun gedung kelas utama aman, musala sekolah tergenang air setinggi lutut orang dewasa. Sejumlah peralatan salat, buku pelajaran, dan seragam sekolah siswa rusak akibat banjir tersebut.
"Untungnya ruang kelas aman, tapi musala SMPN 19 Mataram terendam. Karpet dan alat salat basah semua," ujar Nasruddin.
Selain kerusakan di sekolah, beberapa siswa SMPN 19 juga terdampak banjir di rumah mereka. Pakaian harian, tas, buku, dan seragam sekolah rusak karena terendam air.
"Buku pelajaran, seragam, bahkan tas sekolah mereka banyak yang tidak bisa dipakai lagi," kata Nasruddin.
Banjir yang merendam SMPN 19 Mataram menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Pihak sekolah berharap siswa tetap semangat belajar meski menghadapi kondisi sulit akibat bencana alam.
"Kami ingin pastikan mereka tetap bisa sekolah. Bantuan seperti buku pelajaran dan seragam sedang kami siapkan agar siswa terdampak banjir tidak tertinggal pelajaran," tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam