LombokPost- Program Tiket Sampah SMAN 4 Mataram (Smanca) menjadi inovasi baru dalam pendidikan lingkungan.
Setiap hari, siswa yang pulang wajib membawa satu sampah plastik atau kertas sebagai “tiket” keluar gerbang sekolah.
Aturan ini membuat area kelas, koridor, hingga halaman sekolah tetap bersih tanpa sampah berserakan.
Kepala SMAN 4 Mataram H Jauhari Khalid menjelaskan, program Tiket Sampah Smanca merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yang sukses mengolah sampah anorganik menjadi kompos.
“Daripada hanya sesekali, kami jadikan ini kebiasaan harian. Ini pelajaran nyata tentang tanggung jawab dan kepedulian lingkungan,” ujar Jauhari.
Setiap jam pulang, siswa yang bertugas menyiapkan karung untuk menampung sampah dari teman-temannya. Mereka tidak bisa keluar gerbang tanpa membawa sampah.
Waka Kesiswaan SMAN 4 Mataram Suryati mengatakan, awalnya siswa merasa aneh dengan membawa sampah ketika pulang.
“Tapi sekarang siswa sudah terbiasa. Kalau habis jajan, bungkusnya disimpan dulu di saku. Tidak ada lagi yang buang sembarangan,” kata Suryati.
Lebih dari sekadar menjaga kebersihan lanjut Suryati, program Tiket Sampah Smanca juga mendidik siswa soal pentingnya daur ulang dan pengurangan limbah.
Harapannya, kebiasaan kecil ini bisa berdampak besar bagi masa depan lingkungan.
“Kami ingin anak-anak belajar sejak dini, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post