LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Talkshow Literasi bertema Menumbuhkan Sikap Kritis Mahasiswa Melalui Gerakan Literasi di Ruang Baca Perpustakaan UMMAT, Rabu (6/8).
Kegiatan ini menghadirkan aktivis literasi Jawa Timur Bambang Prakoso yang konsen pada isu literasi, perpustakaan, dan kebudayaan.
Talkshow diikuti mahasiswa dan akademisi UMMAT yang aktif dalam kajian literasi. Kepala UPT Perpustakaan UMMAT Iskandar menegaskan, kegiatan ini digelar untuk mendorong mahasiswa memiliki sikap kritis di tengah derasnya perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (AI).
“Mahasiswa sekarang lebih banyak mengakses informasi berbasis digital, terutama media sosial. Namun minim menumbuhkan nalar kritis yang fundamental,” kata Iskandar.
Ia menyinggung hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 yang mencatat skor nasional 43,34 dari skala 100. Meski meningkat, skor ini masih tergolong rendah karena belum mencapai 50 persen.
“Yang menarik justru perilaku berpikir kritis dalam merespons informasi hanya 42,2 persen. Artinya, ruang digital cukup besar menurunkan sikap kritis,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang Prakoso menekankan sikap kritis harus dibangun dari budaya membaca, memahami, hingga memberikan solusi.
“Tujuan utama literasi adalah menumbuhkan nalar kritis. Kekuatan literasi bisa membuat mahasiswa lebih kritis dan berani,” tegasnya.
Menurutnya, kritis dari perspektif literasi dimulai dari membaca teks dan konteks, menganalisis akar persoalan, lalu menemukan jalan keluar.
Iskandar menambahkan, mahasiswa perlu membiasakan membaca buku teks secara langsung.
“Membaca buku teks mengajak kita berpikir, bukan sekadar menerima. Prosesnya melibatkan analisis, evaluasi, dan pemahaman mendalam,” tutupnya.
Para peserta terlihat antusias mengikuti talkshow. Mereka menilai kegiatan ini penting sebagai bekal untuk lebih berani bersikap kritis dalam menyampaikan persoalan bangsa secara terukur demi kepentingan bersama.
Editor : Akbar Sirinawa