Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PWI NTB Ajak Generasi Z, Mahasiswa, dan Pelajar Lawan Hoaks di Era Digital

Ali Rojai • Jumat, 12 September 2025 | 04:38 WIB
Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa (kiri) foto bersama panitia dan siswa yang meraih juara lomna jurnalistik, Senin lalu (8/9). PWI ajak generasi Z, mahasiswa, pelajar NTB lawan hoaks di era digital.
Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa (kiri) foto bersama panitia dan siswa yang meraih juara lomna jurnalistik, Senin lalu (8/9). PWI ajak generasi Z, mahasiswa, pelajar NTB lawan hoaks di era digital.

LombokPost- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB bersama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sativa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) mengajak mahasiswa dan pelajar NTB melawan hoaks.

Ajakan ini disampaikan dalam seminar bertema Generasi Z dan Jurnalistik Partisipatif, Antara Fakta, Opini, dan Hoaks di Aula Faperta Unram, Senin lalu (8/9).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Faperta Unram Mahardika Rizqi Himawan menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Generasi Z paling rentan terpapar berita hoaks, maka edukasi literasi digital sangat penting,” ujar Fahrul.

Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa yang menjadi pembicara tunggal memaparkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Disebutkan, konten hoaks meningkat 10 kali lipat menjelang Pemilu 2024.

“Literasi digital masyarakat Indonesia baru 62 persen, di bawah rata-rata ASEAN yang sudah 70 persen,” kata Fahrul.

Menurutnya, riset kolaboratif Deakin University Australia dengan UGM menunjukkan mayoritas Generasi Z masih sulit membedakan fakta, opini, dan propaganda. Bahkan, 83 persen Gen Z di Indonesia hanya membaca judul tanpa memverifikasi isi berita.

Survei Stanford University juga menemukan Generasi Z kerap gagal membedakan iklan dan berita.

“Literasi digital berarti kemampuan mengolah, menganalisis, dan mencermati informasi secara kritis,” tegas jurnalis senior PWI NTB itu.

Fahrul menjelaskan, ada empat indikator literasi digital, yakni kemampuan digital, etika digital, keamanan digital, dan budaya digital. Tanpa bekal itu, Generasi Z mudah frustrasi bahkan depresi akibat banjir informasi di media sosial.

Karena itu, mahasiswa dan pelajar NTB diajak berani skeptis terhadap informasi yang diterima, memeriksa kebenaran melalui platform cek fakta, serta menghidupkan budaya literasi.

“Mereka yang suka membaca tidak akan mudah terjebak hoaks. Mahasiswa dan Generasi Z harus berani melawan hoaks,” tandasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mahasiswa #Pelajar #Unram #Hoaks #generasi z #era digital #PWI NTB