LombokPost- SMPN 11 Mataram rutin melaksanakan salat duha berjamaah setiap pagi sebelum pelajaran dimulai.
Program ini tidak hanya memperkuat pendidikan karakter religius, tetapi juga mendapat apresiasi dari guru, siswa, dan orang tua.
Setiap hari, ratusan siswa dan guru berkumpul di musala sekolah untuk menunaikan salat duha bersama. Ibadah sunah ini dipimpin guru agama sehingga suasana terasa khidmat sekaligus penuh kekeluargaan.
Kepala SMPN 11 Mataram Azizudin menegaskan, program salat duha berjamaah di SMPN 11 Mataram merupakan bagian dari visi sekolah dalam membentuk generasi yang cerdas akademis sekaligus berakhlak mulia.
“Dengan membiasakan salat duha, siswa diharapkan tumbuh rasa syukur, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Manfaat kegiatan ini juga dirasakan siswa. Mereka mengaku lebih tenang, fokus, dan siap menerima pelajaran setelah melaksanakan salat duha berjamaah.
“Selain lebih semangat, persaudaraan antar teman juga semakin erat,” kata Aziz.
Tak hanya ibadah, sekolah juga menyisipkan tausiyah singkat setelah salat untuk menambah motivasi spiritual dan memperkuat karakter religius siswa.
Aziz berharap, program salat duha di SMPN 11 Mataram bisa menjadi inspirasi sekolah lain dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dengan pendidikan formal.
Dengan konsistensi, sekolah optimistis kegiatan ini akan mencetak generasi berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
Editor : Siti Aeny Maryam