LombokPost - SMPN 22 Mataram mewajibkan seluruh siswa melaksanakan salat duhur berjamaah di sekolah sebelum pulang.
Program ini efektif diterapkan sejak tahun lalu sebagai upaya memperkuat karakter religius dan membiasakan siswa disiplin beribadah.
Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah menjelaskan, kewajiban salat duhur berjamaah bertujuan membentuk akhlak mulia sekaligus menanamkan nilai keagamaan sejak dini.
“Kami ingin salat bukan hanya kewajiban, tetapi kebutuhan bagi anak-anak. Dengan salat berjamaah di sekolah, mereka terbiasa dan lebih termotivasi,” ujar Nasrullah, Jumat lalu (3/10).
Pelaksanaan salat duhur berjamaah dilakukan di musala sekolah yang mampu menampung seluruh siswa.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kepala sekolah, dan guru lainnya ikut mendampingi serta menjadi imam secara bergantian.
Nasrullah mengakui, pada awal penerapan kebijakan ini siswa sempat merasa berat.
Namun seiring waktu, mereka terbiasa melaksanakan salat duhur berjamaah.
“Sekarang, begitu azan duhur berkumandang, siswa langsung menuju musala,” katanya.
Nasrullah berharap program salat duhur berjamaah dapat melahirkan generasi berakhlak mulia, taat beribadah, dan berkarakter positif. (*)
Editor : Prihadi Zoldic