LombokPost--Angka stunting yang tinggi di Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur menjadi perhatian serius.
Data menunjukkan 68 dari 133 balita (51,1 persen) di desa ini mengalami stunting yang dapat mengganggu pertumbuhan otak dan meningkatkan risiko penyakit kronis di masa dewasa.
Tingginya angka stunting ini didukung faktor lain, seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baru mencapai 46,53 persen, akses air minum layak 69,4 persen, dan angka penemuan diare 60,5 persen.
Infeksi kecacingan yang sering dikaitkan dengan diare juga menjadi salah satu pemicu utama stunting, karena mengganggu penyerapan nutrisi.
Merespons kondisi ini, tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Mataram melaksanakan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).
Ketua Tim Erlin Yustin Tatontos bersama anggota Urip dan Erna Kristinawati menggandeng pemerintah desa dan puskesmas setempat.
"Kegiatan kami fokus pada aspek promotif dan preventif, selaras dengan transformasi layanan primer yang dicanangkan pemerintah," ujar Erlin.
Serangkaian kegiatan pun digelar. Diawali dengan edukasi dan penyuluhan tentang stunting, pencegahannya, serta kaitan antara PHBS dan kecacingan.
Narasumber datang dari Kepala Desa Pringgasela Azizan Zohridan puskesmas yang diwakili bagian promosi kesehatan dan gizi.
Kegiatan inti berupa pelatihan konsumsi sayur dan buah anti kecacingan.
Tim melakukan demonstrasi pembuatan jus delima, yang dikenal memiliki sifat anti-parasit.
Peserta yang terdiri dari kader posyandu antusias mempraktikkan langsung cara pembuatannya.
"Kader tidak hanya diberi teori, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa disosialisasikan ke ibu-ibu di posyandu," jelas Erlin.
Hasil nyata dari program ini adalah terbentuknya Kelompok Kader Peduli Pencegahan Stunting.
Sebanyak 40 kader dari 8 posyandu di desa itu berkomitmen menjadi ujung tombak perubahan di komunitas mereka.
Untuk memastikan keberlanjutan program, tim melakukan evaluasi dan monitoring di posyandu.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penyerahan bantuan paket timbangan badan, pengukur tinggi badan, dan bibit tanaman delima kepada setiap posyandu.
"Bibit delima ini diharapkan bisa ditanam di pekarangan warga, sehingga pasokan buah untuk pencegahan kecacingan bisa berkelanjutan," pungkas Erlin.
Dengan langkah konkret ini, diharapkan Desa Pringgasela dapat segera menekan angka stunting dan mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Editor : Kimda Farida