LombokPost--Desa Buwun Sejati di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, menjadi bukti nyata kolaborasi sinergis antara akademisi dan masyarakat.
Tim Yuva Lokahita, yang terdiri dari 10 mahasiswa Universitas Mataram (UNRAM) dengan pendampingan dosen Program Studi Hubungan Internasional, Sirwan Yazid Bustami dan Mega Nisfa Makhroja telah merampungkan rangkaian program pemberdayaan strategis dari 24 Mei hingga 15 September 2025.
Fokus utama tim adalah mendongkrak daya saing Kelompok Usaha Tani Gula Semut 'Pade Apik' dan UMKM lokal melalui transformasi digital.
Baca Juga: NTB Pecah Telur di PON Beladiri Kudus 2025, Bayu Wilantara Sabet Perunggu dari Cabor Gulat
Hal ini berawal dari identifikasi masalah yang menemukan kendala utama para pelaku usaha dalam pemasaran digital.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan dialog intensif untuk menyelami akar permasalahan.
Berikutnya, pada 15 Agustus 2025, digelar sosialisasi pertama bertajuk "Digitalisasi Produk dan Pelatihan Pemetaan Lokasi Usaha di Google Maps".
Pelatihan yang menghadirkan dosen UNAM, Robith Hudaya ini bertujuan memudahkan konsumen menemukan lokasi usaha dan produk lokal secara online.
Menyusul kemudian, sosialisasi pada 29 Agustus 2025 fokus pada penciptaan branding produk dan pembuatan akun e-commerce, dengan menghadirkan narasumber dari Balai Kemasan Produk Daerah (BKPD) NTB.
Langkah ini dinilai krusial untuk membangun identitas unik dan ikatan emosional dengan konsumen.
Pada 4 September 2025, Tim Yuva Lokahita menghadirkan OMBAK Food, UMKM sukses dari Lombok Tengah, untuk berbagi inspirasi dan strategi bisnis.
Sosialisasi ini juga mengajarkan pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi efektif untuk memperluas pangsa pasar produk gula semut dan UMKM Desa Buwun Sejati.
Tak hanya fokus pada ekonomi lokal, tim juga mengadakan sosialisasi kebijakan "Zero Cost" untuk calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 15 September 2025.
Acara yang menghadirkan BP3MI, CVI, dan FGV-OSC Lombok ini bertujuan melindungi warga dari praktik perekrutan ilegal yang merugikan.
Menurut dosen pendamping, Sirwan Yazid Bustami, program ini dirancang berkelanjutan.
"Pendampingan langsung oleh mahasiswa/i akan terus dilakukan bagi pelaku UMKM yang ingin membuat akun e-commerce, pemetaan di Google Maps, hingga proses sertifikasi halal," tegasnya.
Ke depan, estafet pemberdayaan akan diserahkan sepenuhnya kepada BUMDes Argesari untuk memastikan kemandirian program dan percepatan transformasi digital ekonomi desa.
Melalui kolaborasi ini, Desa Buwun Sejati menapak pasti menuju desa yang mandiri dan berdaya saing di era digital.
Editor : Kimda Farida