LombokPost- Kontestasi pemilihan Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 mulai menghangat. Senin (10/11/2025), Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., sosok yang dikenal tenang dan rendah hati, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Unram.
Kehadiran Prof Sukardi ke sekretariat pendaftaran berlangsung sederhana, jauh dari hiruk pikuk dan sorotan media.
Ditemani seorang rekan sesama dosen, ia menunjukkan karakter khasnya: low profile, santai, dan apa adanya.
Meski namanya telah lama disebut-sebut dalam bursa Calon Rektor Unram 2026–2030, Prof Sukardi tetap merendah.
Ia menegaskan bahwa pencalonan ini hanyalah bagian dari dinamika kehidupan kampus.
“Ini hanya pesta demokrasi kampus empat tahunan. Tidak ada yang istimewa,” ujar Prod Sukardi sambil tersenyum.
Bagi Prof Sukardi, jabatan bukan sesuatu yang perlu dikejar mati-matian.
Ia menyebut pemilihan Rektor Unram 2026–2030 sebagai proses yang harus dijalani dengan rasa syukur dan kebersamaan.
“Jabatan adalah amanah. Kita tidak perlu terlalu ngotot mendapatkannya. Semua sudah diatur oleh Sang Pencipta. Jalani dengan kegembiraan dan kesyukuran,” tambah Prof Sukardi.
Ditengah beragam isu dan rumor yang berhembus menjelang pemilihan Rektor Unram 2026–2030, Prof Sukardi tetap tenang.
Ia justru menekankan pentingnya kebebasan akademik dan perbedaan pendapat di lingkungan kampus.
“Dalam kehidupan kampus, perbedaan pendapat itu hal biasa. Civitas akademika harus berani bersuara tentang kebenaran yang diyakini, tentu dengan data dan dalil yang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Prof Sukardi.
Sikapnya ini mencerminkan figur akademisi yang matang dan dewasa, memahami bahwa dinamika kampus selalu penuh warna dan perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses intelektual.
Terkait peluangnya dalam pemilihan Rektor Unram periode 2026–2030, Prof Sukardi memilih untuk tidak berspekulasi.
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Senat Universitas Mataram dan mekanisme yang berlaku.
“Berikan kesempatan kepada para anggota senat untuk menilai dengan bijak. Mereka tahu siapa yang pantas memimpin Unram. Pada akhirnya, keputusan ada di tangan Senat dan Bapak Menteri,” ujar Prof Sukardi.
Pendaftaran Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. menambah daftar akademisi terbaik Unram yang siap memimpin kampus kebanggaan NTB ini.
Ia datang tanpa euforia berlebihan, tetapi membawa pesan kuat, bahwa pemilihan Rektor Unram 2026–2030 seharusnya menjadi ajang kegembiraan, bukan ketegangan.
Dengan prinsip kesederhanaan, ketenangan, dan integritas, Prof Sukardi menunjukkan bahwa pemimpin sejati bukan mereka yang paling berisik, melainkan yang paling tulus mengabdi untuk kemajuan kampus dan dunia pendidikan.(*)
Editor : Kimda Farida