LombokPost- Proyek SMPN 17 Mataram terancam molor dan tidak selesai tepat waktu. Proyek yang menjadi program prioritas Pemkot Mataram itu seharusnya sudah mencapai progres 69 persen.
Namun hingga pekan lalu, progres fisik baru menyentuh 37 persen. Kondisi ini membuat proyek SMPN 17 Mataram masuk status kritis dan harus dikejar sesuai batas akhir.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram sudah memanggil kontraktor untuk membahas keterlambatan ini. Show Cause Meeting SCM ke-2 juga telah digelar guna memastikan langkah perbaikan.
Konsultan Pengawas Disdik Kota Mataram Putu Arianto menyebutkan, pemutusan kontrak menjadi opsi jika kontraktor kembali menunjukkan deviasi. Namun kontraktor masih diberi kesempatan mempercepat pekerjaan.
“Pengerjaan dari Agustus, tapi progresnya jauh dari target,” uar Putu.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf sudah meninjau langsung kondisi di lapangan. Ia menegaskan proyek SMPN 17 Mataram harus tuntas pada akhir Desember. Ia mengultimatum kontraktor agar menambah tenaga dan lembur demi mengejar ketertinggalan.
“Jika tetap lambat, kontrak kami putus. Besok Asisten II akan melihat progres proyek ini,” tegas Yusuf.
Proyek SMPN 17 Mataram yang masuk prioritas Pemkot Mataram wajib tuntas tahun ini.
Yusuf menegaskan sekali lagi bahwa jika dalam waktu dekat progres tetap melambat dan deviasi tidak menurun maka pemutusan kontrak tak terhindarkan.
Ia meminta kontraktor bekerja lembur agar proyek SMPN 17 Mataram selesai sebelum akhir tahun.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post