LombokPost- Program rehab sekolah di Mataram terus dipacu dan kini memasuki tahap percepatan. Pemerintah Kota Mataram memastikan rehab sekolah di Mataram yang mencakup jenjang SD hingga SMP dibiayai melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tuntas pada akhir Desember 2025.
Selain perbaikan rutin, rehab sekolah di Mataram juga menyasar bangunan yang rusak akibat banjir awal Juli lalu.
Staf Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusferdian memastikan, seluruh sekolah terdampak banjir masuk dalam daftar penerima bantuan rehabilitasi.
“Sekolah yang terdampak banjir awal Juli juga dapat bantuan rehabilitasi dari ABT,” ujar Yusferdian, Senin (17/11).
Beberapa sekolah penerima ABT dalam program rehab sekolah di Mataram antara lain SDN 3 Ampenan, SDN 46 Cakranegara, SDN 35 Ampenan, SMPN 22 Mataram, dan SMPN 20 Mataram, serta beberapa sekolah lainnya.
Pengerjaan rehab sekolah di Mataram diprioritaskan pada pemulihan sarana dan prasarana yang rusak, mulai dari ruang kelas, instalasi listrik, sanitasi, hingga fasilitas pembelajaran yang ikut terendam banjir.
Dengan target rampung diakhir tahun anggaran, Disdik optimistis seluruh sekolah bisa kembali beroperasi optimal saat memasuki semester baru.
Kepala SDN 3 Ampenan Baiq Ratna Wahyuningsih menyambut baik program rehab sekolah di Mataram yang digulirkan melalui ABT.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar perbaikan atap dan plafon, namun juga peninggian pondasi ruang kelas yang selama ini lebih rendah dibanding halaman sekolah.
“Kalau pondasi lebih tinggi dari halaman maka air tidak akan masuk ke kelas,” ungkapnya.
Editor : Siti Aeny Maryam