LombokPost- Pagu anggaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram dipangkas Rp 7 miliar untuk tahun anggaran 2026. Meski terjadi pemotongan, Disdik Kota Mataram memastikan program prioritas pendidikan tetap berjalan.
Pemangkasan ini menurunkan anggaran pendidikan Mataram dari semula Rp 439 miliar menjadi Rp 432 miliar.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf menegaskan, walaupun pagu anggaran Disdik Mataram dipotong cukup signifikan, pihaknya tetap menjaga agar program yang bersifat mandatory tidak terganggu.
“Yang penting gaji guru dan gaji pegawai tetap aman. Itu program prioritas,” ujar Yusuf.
Pemotongan Rp 7 miliar itu menyasar anggaran perjalanan dinas dan kegiatan seremonial.Menurut Yusuf, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas pendidikan masih bisa direalisasikan.
“Program-program inti tetap berjalan, hanya yang seremonial yang kami kurangi,” jelas Yusuf.
Dengan adanya pemangkasan pagu anggaran Disdik Kota Mataram, setiap bidang diminta untuk berinovasi agar kegiatan tetap berlangsung tanpa harus bergantung pada alokasi besar.
Yusuf menegaskan, efisiensi dan kreativitas menjadi kunci di tengah turunnya anggaran pendidikan Mataram.
“Saya sudah sampaikan ke semua kabid, walaupun anggaran turun, inovasi harus jalan. Jangan sampai kegiatan hilang,” tandas Yusuf.
Di tengah penurunan pagu anggaran Disdik Kota Mataram ini, efisiensi dan inovasi diharapkan menjadi strategi untuk memastikan program prioritas pendidikan tetap terlaksana hingga akhir tahun anggaran 2026.(*)
Editor : Kimda Farida