Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program MBG Sesuai prinsip "Isi Piringku”

Nurul Hidayati • Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:59 WIB
SIAPKAN MBG: Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah mempersiapkan menu makanan MBG siswa sekolahan di dapur, baru-baru ini.
SIAPKAN MBG: Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tengah mempersiapkan menu makanan MBG siswa sekolahan di dapur, baru-baru ini.

LombokPost - Guru-guru di Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB) sangat bersyukur dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mereka yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI) menilai program MBG sesuai dengan prinsip Isi Piringku.

Ketua IGI Lobar Nurhidayati menuturkan, sebagai inisiatif prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Program MBG untuk memastikan asupan gizi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui terpenuhi.

Prorgram itu diniatkan untuk mengatasi stunting dan malnutrisi, serta mendukung terciptanya SDM yang berkualitas menuju Indonesia Emas. Penyediaan MBG ini sesuai dengan prinsip "Isi Piringku". Jadi sejatinya ini program yang lahir dengan niat mulia.

”Saya melihat sendiri di lapangan anak-anak begitu antusias menantikan program MBG ini dan mereka bersyukur dengan adanya program ini,” terangnya.

Dampak positif yang bisa dirasakan adalah anak-anak jadi rutin sarapan yang tentunya merupakan hal yang baik karena sarapan pagi sangat penting sebagai sumber energi untuk memulai aktivitas.

Tentunya juga meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, membantu mengontrol berat badan, memastikan asupan gizi seimbang.

”Terpenting menjaga suasana hati, serta mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan masalah jantung,” tambahnya.

Tradisi begibung di Lombok juga kental terlihat saat anak-anak sarapan bersama di kelas.

Mereka kadang duduk melingkar di lantai untuk makan bersama atau menyatukan meja mereka. Seru dan terharu jika melihat suasana ini. Namun demikian, tentu ada juga beberapa masukan yang ingin disampaikan dalam hal ini terkait manajemen gizi.

”Porsi sayur mungkin bisa ditambahkan dengan dibarengi pula edukasi dari guru pendamping tentang manfaat makan sayur untuk kesehatan,” terangnya.

Selain itu manajemen waktu hendaknya dipikirkan dengan lebih bijaksana agar kegiatan Makan Bergizi Gratis ini tidak sampai menyita jam belajar peserta didik di kelas.

Sekolah diharapkan bisa menyediakan waktu khusus agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik dan program yang bagus ini juga tentunya berjalan dengan maksimal.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Begibung #sarapan #Makan Bergizi Gratis #Mbg #Lombok