LombokPost- Bursa bakal calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 kian menghangat. Salah satu nama yang mencuat dengan rekam jejak kuat adalah Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum, Guru Besar Hukum Bisnis Unram yang dikenal memiliki kombinasi peran sebagai akademisi, birokrat kampus, dan tokoh publik.
Figur Prof Kurniawan bakal calon Rektor Unram bukan sosok baru di lingkungan Universitas Mataram. Ia telah mengabdi sebagai dosen tetap Unram sejak 2003, dengan kepakaran pada Hukum Perlindungan Konsumen, Persaingan Usaha, dan Hukum Perusahaan. Saat ini, ia menjabat Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum (DIH) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Unram.
Visi Calon Rektor Unram 2026-2030
Dalam kontestasi pemilihan Rektor Unram 2026–2030, Prof. Kurniawan mengusung visi “Unggul Berkelanjutan, Berdampak, dan Mendunia”. Visi tersebut menempatkan Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan global dan kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan agenda strategis berupa transformasi Unram menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), penguatan pendidikan adaptif berbasis Outcome Based Education (OBE)–MBKM, pengembangan micro-credential, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta tata kelola modern berbasis ERP/FMIS.
“Perluasan jejaring nasional dan internasional menjadi salah satu prioritas utama kami,” ujar Prof Kurniawan.
Rekor Prestasi dan Kepemimpinan Struktural
Rekam jejak Prof Kurniawan Unram diwarnai sejumlah pencapaian institusional. Ia merupakan lulusan Sarjana Terbaik Unram tahun 2000 dengan IP tertinggi. Pada 2019, ia mencatat rekor sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan termuda di usia 41 tahun, sekaligus Guru Besar termuda Unram di usia 42 tahun. Hingga kini, ia juga tercatat sebagai Pembina Utama (IV/e) termuda Unram pada usia 47 tahun.
Saat menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unram (2018–2022), Prof Kurniawan memimpin penguatan tata kelola universitas, mulai dari perencanaan dan penganggaran, pengelolaan keuangan dan aset, hingga sistem pengadaan.
Ia juga dikenal sebagai penggagas optimalisasi aset dan unit usaha Unram, seperti Unram Press, Air Unram, Auditorium, dan Business Center, sebagai langkah menuju kemandirian finansial kampus. Di bidang SDM, ia terlibat aktif dalam perumusan kebijakan formasi, rekrutmen, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan.
Sebelumnya, Prof Kurniawan menjabat Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum selama dua periode (2013–2018) dan Ketua Bagian S1 Hukum Bisnis (2008–2013).
Baca Juga: Lima Bakal Calon Rektor Unram Paparkan Visi 2026–2030, Ini Arah Kampus ke Depan
Kiprah Nasional dan Jejaring Publik
Di luar kampus, Prof Kurniawan aktif dalam ranah profesi dan publik. Sejak 2023, ia dipercaya sebagai Ketua Harian Asosiasi Pengajar Hak Kekayaan Intelektual (APHKI) Indonesia, dengan tanggung jawab operasional nasional, standardisasi kurikulum KI, serta pengembangan klinik paten dan hilirisasi riset.
Dalam proses demokrasi, ia dikenal sebagai Ketua Panelis Debat Pilkada Kota Mataram 2020 dan Panelis Debat Pilgub NTB 2024. Pengalaman kepemiluan lainnya mencakup penugasan di Panwas Kecamatan (2005), Panwas Provinsi (2008), hingga anggota dan ketua Panitia Seleksi KPU/Bawaslu kabupaten/kota se-NTB periode 2008–2023.
Prof Kurniawan juga aktif di organisasi keagamaan dan cendekia, di antaranya sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PW Nahdlatul Ulama (NU) NTB 2025–2030 yang fokus pada advokasi hukum, serta anggota ICMI NTB sejak 2013.
Modal Lengkap Menuju Rektor Unram
Dengan latar pendidikan S-1 Hukum Unram, S-2 Hukum Bisnis Universitas Katolik Parahyangan, dan S-3 Ilmu Hukum Universitas Brawijaya, serta produktivitas dalam penulisan buku dan artikel ilmiah bereputasi, Prof Kurniawan membawa kombinasi kepakaran akademik, pengalaman manajerial, dan integritas publik. Modal tersebut menjadikan Prof Kurniawan sebagai salah satu figur paling diperhitungkan dalam bursa bakal calon Rektor Unram 2026–2030, sekaligus representasi kepemimpinan kampus yang berpengalaman dan berjejaring luas.
Editor : Pujo Nugroho