LombokPost- Kepedulian insan pendidikan kembali ditunjukkan PGRI Kota Mataram. Melalui aksi kemanusiaan, PGRI Kota Mataram menghimpun donasi Rp 336.432.100 untuk membantu korban banjir Sumatra Utara dan Aceh. Donasi PGRI Kota Mataram ini menjadi bukti kuat solidaritas guru dan dunia pendidikan terhadap sesama.
Berdasarkan rekapitulasi, donasi PGRI Kota Mataram berasal dari sumbangan individu guru, tenaga kependidikan, siswa, ranting, sekolah, hingga cabang PGRI se-Kota Mataram.
Dukungan juga datang dari berbagai organisasi profesi pendidikan. Aksi penggalangan ini mempertegas peran strategis PGRI Kota Mataram dalam gerakan sosial kemanusiaan.
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan, bahwa donasi yang terkumpul mencerminkan nilai empati, kebersamaan, dan gotong royong yang hidup di lingkungan pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru, tenaga pendidik, siswa, dan keluarga besar pendidikan di Kota Mataram. Donasi PGRI Kota Mataram ini adalah wujud nyata solidaritas kemanusiaan,” ujar Imam.
Apresiasi serupa disampaikan Dewan Pembina PGRI Kota Mataram Naufal Aldian. Ia menilai keterlibatan aktif insan pendidikan dalam aksi sosial menunjukkan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berperan mencerdaskan, tetapi juga hadir dalam situasi kemanusiaan.
“Aksi PGRI Kota Mataram ini menjadi teladan bagi peserta didik dalam menumbuhkan empati, solidaritas, dan rasa kebersamaan,” ungkap Naufal.
Seluruh donasi PGRI Kota Mataram akan disalurkan secara kolektif atas nama guru dan siswa se-Kota Mataram. Penyaluran bantuan dipastikan tepat sasaran untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Sumatera Utara dan Aceh.
Naufal berharap semangat kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan PGRI Kota Mataram terus terjaga dan menjadi budaya positif, baik di dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
Aksi ini sekaligus menegaskan peran strategis pendidikan dalam membangun nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Editor : Prihadi Zoldic