Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prof Sukardi Terpilih Jadi Rektor Unram 2026-2030

Ali Rojai • Kamis, 8 Januari 2026 | 20:42 WIB
Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd terpilih jadi Rektor Unram 2026-2030
Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd terpilih jadi Rektor Unram 2026-2030

LombokPost - Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026-2030. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Senat Khusus Pemilihan Rektor Unram yang digelar di Ruang Sidang Senat Rektorat Unram, Kamis (8/1).

Pemilihan Rektor Unram 2026-2030 menjadi puncak dari seluruh rangkaian proses seleksi pimpinan tertinggi Universitas Mataram yang dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Proses demokrasi kampus ini melibatkan Senat Unram dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Dalam pemilihan tersebut, terdapat tiga calon Rektor Universitas Mataram yang sebelumnya telah melalui tahapan penjaringan dan penyaringan oleh Senat Unram. Ketiganya yakni Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd. (Nomor Urut 1), Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. (Nomor Urut 2), serta Prof. Muhamad Ali, S.Pt., M.Si., Ph.D. (Nomor Urut 3).

Pemungutan suara dilakukan oleh anggota Senat Unram bersama Mendiktisaintek yang diwakili Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Sesuai regulasi, hak suara menteri berbobot 35 persen atau 32 suara, sementara Senat Unram memiliki bobot 65 persen atau 59 suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, Prof Sukardi sebagai calon Rektor Unram memperoleh 68 suara, unggul jauh dari dua kandidat lainnya  Prof. Muhamad Ali meraih 14 suara, sedangkan Prof. Dr. Kurniawan memperoleh 9 suara.

Dengan hasil tersebut, Prof Sukardi resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram periode 2026-2030.

Rektor Unram saat ini Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamen Diktisaintek yang mengikuti langsung proses pemilihan Rektor Unram. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah berjalan tertib, lancar, dan sesuai aturan.

“Universitas Mataram sedang menjalankan proses demokrasi kampus. Demokrasi ini harus kita jaga agar tetap sehat, bermartabat, dan fokus pada gagasan para calon,” ujar Prof Bambang.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam pemilihan adalah dinamika akademik yang wajar. Namun setelah Rektor Unram 2026-2030 ditetapkan, seluruh sivitas akademika diminta kembali bersatu.

Sementara itu, Wamen Diktisaintek Prof Dr. Fauzan menegaskan, pemilihan rektor perguruan tinggi negeri merupakan bagian penting dari regenerasi kepemimpinan.

“Pemilihan rektor adalah proses memilih masa depan universitas. Seorang rektor memimpin gerbong besar dengan puluhan ribu manusia di dalamnya,” tegas Prof Fauzan.

Ia juga menyampaikan salam dari Mendiktisaintek dan berharap Universitas Mataram terus berkembang di bawah kepemimpinan Prof Sukardi sebagai Rektor Unram periode 2026-2030.

Usai dinyatakan menang, Prof Sukardi mengajak seluruh elemen kampus untuk kembali bersatu dan berkolaborasi membangun Unram ke depan. Menurutnya, kontestasi telah berakhir dan saat ini adalah momentum merajut kebersamaan.

“Kita akan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kalau tidak begitu, kita tidak bisa membangun Unram,” tegas Prof Sukardi.

Ia menekankan, ruang kolaborasi terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi searah, bekerja secara profesional, dan menjunjung tinggi integritas. Prinsip tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Wamen agar Universitas Mataram melaju pesat dengan tetap merangkul seluruh elemen civitas akademika.

Dengan semangat inklusivitas, Rektor Unram terpilih Prof Sukardi optimis Universitas Mataram dapat bertransformasi menjadi kampus yang lebih kuat, maju, dan berdaya saing.

Editor : Prihadi Zoldic
#Prof Sukardi #Pilrek Unram #Rektor Unram 2026 hingga 2030 #kolaborasi #Unram #senat #Universitas Mataram Unram #prof fauzan #Wamendikti RI #Terpilih #Berdaya Saing