LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mulai menguji coba penerapan Full Day School (FDS) untuk jenjang SD dan SMP hari ini.
Langkah tersebut merupakan upaya penguatan karakter siswa sekaligus optimalisasi waktu belajar di lingkungan sekolah.
Namun, penerapan FDS di Mataram belum diberlakukan secara permanen.
Disdik memilih skema fase transisi guna melihat kesiapan sarana prasarana sekolah serta kemampuan adaptasi siswa dan tenaga pendidik terhadap sistem sekolah sepanjang hari.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf menegaskan, uji coba FDS hanya dapat dilakukan setelah kepala sekolah menjalankan tahapan sosialisasi secara menyeluruh.
Sosialisasi wajib diberikan kepada guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua wali, hingga masyarakat sekitar.
“Jika semua tahapan sosialisasi sudah dilakukan, maka kepala sekolah boleh melaksanakan uji coba Full Day School,” ujar Yusuf saat sosialisasi kepada para kepala sekolah sembari menunggu diterbitkannya Peraturan Wali Kota tentang Full Day School.
Selain itu, Disdik Kota Mataram juga akan menerbitkan Surat Edaran sebagai pedoman teknis pelaksanaan FDS.
Selama masa uji coba, proses pembelajaran dipastikan tetap fleksibel dan tidak memberatkan siswa.
“Uji coba Full Day School kita mulai hari ini untuk melihat sejauh mana kesiapan sekolah dan respons siswa. Evaluasi akan dilakukan setiap pekan,” jelas Yusuf.
Evaluasi penerapan FDS mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, termasuk ruang istirahat, kecukupan waktu ibadah, serta upaya mencegah kejenuhan siswa akibat durasi belajar yang lebih panjang.
Menurut Yusuf, salah satu tujuan utama FDS adalah meminimalkan dampak negatif pergaulan di luar sekolah yang sulit terpantau.
Dengan waktu belajar yang lebih lama, sekolah memiliki ruang lebih besar untuk menanamkan nilai religius, kedisiplinan, dan budi pekerti.
“Kami ingin sekolah menjadi rumah kedua yang aman dan produktif bagi anak-anak. Jika dalam uji coba Full Day School ini ditemukan kendala signifikan, akan segera dilakukan penyesuaian demi kepentingan siswa dan orang tua,” tegas Yusuf.
Sementara itu, Kepala SMPN 23 Mataram H Achmad Jauhari menyatakan pihaknya siap menerapkan FDS. Menurutnya, sistem ini justru memperkuat pembentukan karakter siswa.
“Tidak ada kendala berarti. Siswa bahkan akan melaksanakan salat Zuhur berjamaah di sekolah pada waktu istirahat,” ujar Yusuf.
Editor : Kimda Farida