LombokPost- Dimas Rizky Andrean, siswa SMPN 15 Mataram (Libels), kini mencuri perhatian dunia pendidikan. Dikenal tekun dan gemar membaca, Dimas membuktikan bahwa minatnya pada sains bukan sekadar hobi, melainkan gaya hidup belajar dengan disiplin tinggi.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Dimas. Pekan lalu, ia sukses meraih Juara Umum dalam ajang Chaanakya Ekadanta Olympiad (CEO) tingkat nasional yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Capaian ini menjadi prestasi pembuka tahun 2026 bagi Libels.
Pembina Olimpiade SMPN 15 Mataram Dwi Susiyani menilai Dimas sebagai siswa yang sangat menghargai waktu. Ketika sebagian besar rekan sebayanya menghabiskan waktu bermain, Dimas justru memilih mendalami materi pelajaran.
“Begitu ada waktu luang, dia langsung mengeluarkan bukunya dan membaca. Jarang sekali saya melihat dia berlari-lari dengan teman-temannya,” ujar Dwi.
Sebagai pegiat olimpiade sains, bakat Dimas terlihat menonjol sejak masa pembinaan. Ia tidak hanya aktif bertanya, tetapi juga kerap melontarkan pemikiran yang melampaui ekspektasi siswa SMP pada umumnya.
Dwi mengungkapkan, Dimas sering mempelajari literatur olimpiade sains berbahasa Inggris. Kemampuannya memahami materi lintas jenjang membuatnya mampu menyerap pelajaran yang seharusnya baru diajarkan pada tingkat SMA.
“Bagi Dimas, belajar bukan beban. Ia justru menikmati proses belajar karena rasa ingin tahunya sangat besar,” ungkap Dwi.
Ketajaman Dimas di bidang ilmu eksakta dan hitungan diakui berada di atas rata-rata. Kebiasaan membaca membantunya rajin mencari referensi baru untuk memperkaya literasi sains.
Soal-soal yang ia kerjakan pun telah disesuaikan dengan level nasional sebagai persiapan menghadapi persaingan ketat di berbagai kompetisi.
Dwi menambahkan bahwa dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, Dimas terus mengasah kemampuan dan konsistensinya. Sosoknya menjadi bukti bahwa fokus pada literasi dan budaya membaca mampu membawa siswa melampaui batas usia serta jenjang pendidikan.
“Prestasi Dimas menjadi inspirasi bahwa menjadi kutu buku adalah modal kuat untuk meraih prestasi di ajang olimpiade sains tingkat nasional,” pungkas Dwi.
Editor : Pujo Nugroho