LombokPost- Menghadapi cuaca ekstrem, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) NTB menekankan pentingnya kebijakan jam masuk sekolah fleksibel. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan siswa dan guru tanpa mengabaikan hak belajar anak di tengah ancaman bencana.
Cuaca ekstrem yang disertai hujan lebat dan potensi banjir menuntut sekolah lebih adaptif dalam mengatur jam pelajaran. Kepala sekolah diminta aktif memantau kondisi lingkungan serta dampak cuaca di wilayah masing-masing.
Plt Kabid Pembinaan SMA Disdikpora NTB Muazam mengatakan, pihaknya telah mengingatkan sekolah agar menyesuaikan model pembelajaran saat cuaca buruk.
“Kita minta kepala sekolah untuk mengingatkan model pembelajaran ini. Termasuk mengimbau warga sekolah, baik siswa maupun guru untuk menjaga kebersihan, terutama di daerah aliran sungai guna mencegah penyumbatan yang memicu banjir,” kata Muazam, Kamis (22/1).
Dalam kebijakan jam masuk sekolah fleksibel, Disdikpora memberikan kelonggaran bagi sekolah untuk menyesuaikan jadwal. Jika hujan lebat terjadi pada pagi hari, sekolah diperbolehkan mengundurkan jam masuk hingga pukul 09.00 Wita.
“Penyesuaian jam masuk sekolah ini harus tetap menjamin hak anak mendapatkan pendidikan,” ujar Muazam.
Jika sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal, proses pembelajaran dapat dialihkan melalui pola daring.
“Artinya fleksibel saja, menyesuaikan kondisi. Bisa masuk jam 09.00 Wita atau menggunakan pola daring agar hak anak tidak dirugikan karena cuaca saat ini sulit ditebak,” tambah Muazam.
Selain jadwal sekolah, Muazam menginstruksikan sekolah memperketat edukasi lingkungan. Warga sekolah dilarang membuang sampah ke sungai karena berpotensi menyebabkan penyumbatan yang memicu banjir.
Ia berharap proses belajar mengajar tetap berjalan aman, hak anak terpenuhi, dan risiko akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Editor : Redaksi Lombok Post