LombokPost- SMAN 3 Mataram (Smanti) memperkuat komitmen meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui penguasaan teknologi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran yang digelar Kamis (22/1) dengan fokus pada guru mata pelajaran (mapel) spesifik.
Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Smanti ini berlangsung di lingkungan sekolah dengan menyasar guru rumpun bahasa dan praktik.
Di antaranya guru Bahasa Jerman, Bahasa Prancis, Seni Budaya, Prakarya dan Kewirausahaan (PKU), serta Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Program ini menjadi langkah awal Smanti mendigitalisasi seluruh aspek pembelajaran.
Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menegaskan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran merupakan bagian program sekolah menuju transformasi digital.
Meski dimulai dengan kelompok mapel tertentu, seluruh guru dipastikan mendapat giliran mengikuti bimtek tersebut.
“Nanti semua guru mapel akan mengikuti bimtek. Kami memulai secara bertahap agar proses pendampingannya lebih intensif dan maksimal,” ujar Yuspita.
Yuspita menjelaskan pemilihan mapel bahasa asing, seni, hingga PJOK pada gelombang awal bertujuan mendobrak anggapan bahwa digitalisasi hanya relevan untuk pelajaran eksakta atau teori.
Mapel praktik dinilai sangat potensial dikembangkan melalui pendekatan digital yang kreatif dan interaktif.
Dalam Bimtek Digitalisasi Pembelajaran ini, para guru dibekali sejumlah kompetensi penting.
Mulai dari pembuatan konten pembelajaran kreatif berbasis digital untuk bahasa asing, digitalisasi penilaian pada mapel praktik, hingga pemanfaatan platform interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa di kelas.
Yuspita berharap proses belajar mengajar tidak lagi bersifat konvensional, melainkan lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan teknologi.
“Dengan guru yang melek digital, tantangan pembelajaran di masa depan diharapkan dapat teratasi dengan lebih baik,” pungkas Yuspita.
Editor : Kimda Farida