LombokPost- Peringatan Isra Mikraj di MAN 1 Mataram pada momen Jumat Barokah bukan sekadar seremoni tahunan. Agenda ini ditegaskan sebagai fondasi nyata pembentukan karakter siswa melalui kedisiplinan ibadah. Sejak awal kegiatan, pesan tentang pentingnya disiplin salat lima waktu terus digaungkan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB sekaligus Direktur Pascasarjana UIN Mataram Prof. Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A.
Dalam tausiahnya, Prof Subhan menekankan agar peringatan Isra Mikraj tidak berhenti pada seremoni, melainkan diimplementasikan dalam kinerja dan pelayanan di madrasah.
Tema sentral yang diangkat adalah kedisiplinan ibadah. Prof. Subhan mengingatkan disiplin salat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya merupakan kunci utama membangun karakter.
“Bagaimana kedisiplinan ibadah kita dalam memaknai Isra Mikraj itu diimplementasikan dalam kinerja kita,” ujar Prof Subhan, Jumat (23/1).
Menurutnya, jika siswa terbiasa disiplin ibadah, maka aspek kedisiplinan lain di sekolah akan mengikuti. Selain penguatan spiritual, acara dimeriahkan penampilan marawis dan tradisi sarapan bersama atau “nyampah bersama”.
Suasana ini dirancang untuk mensyiarkan nilai keagamaan agar siswa semakin beriman dan bertakwa, sekaligus menumbuhkan kebersamaan.
Kepala MAN 1 Mataram H. Lalu Syauki mengatakan nilai kedisiplinan ibadah diharapkan menumbuhkan ketaatan siswa kepada pimpinan serta rasa hormat kepada guru.
“Dengan tegaknya kedisiplinan, mulai dari saat azan berkumandang hingga disiplin jam pelajaran, kami optimis bisa mencetak generasi siap berkompetisi,” kata Syauki.
Melalui momentum ini, Syauki menargetkan terwujudnya madrasah yang maju, berprestasi, dan mendunia.
“Segala talenta siswa akan terus didorong agar mampu memberikan nama terbaik bagi lembaga melalui semangat kedisiplinan ibadah dan kerja keras yang konsisten,” pungkas Syauki.
Editor : Kimda Farida