LombokPost- Hujan deras disertai angin kencang pada Minggu malam (25/1) mengakibatkan atap perpustakaan SMPN 14 Mataram ambruk. Peristiwa ini menyebabkan ruang perpustakaan rusak parah sehingga mengganggu layanan literasi siswa.
Material bangunan yang runtuh menimpa berbagai fasilitas pendidikan. Sejumlah buku rusak tertimpa reruntuhan dan air hujan yang masuk ke ruangan.
Selain itu, meja, lemari, rak buku, hingga satu unit pendingin ruangan (AC) hancur tertimpa genting dan rangka kayu.
Kepala SMPN 14 Mataram Lina Yety Budiasih bersyukur musibah terjadi di luar jam sekolahSMPN 14 Matar.
“Untung kejadiannya malam. Jadi tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam perpustakaan saat atap Perpustakaan SMPN 14 Mataram ambruk,” ujar Lina, Selasa (27/1).
Pantauan Lombok Post, aktivitas sekolah difokuskan pada penyelamatan aset. Para guru bahu-membahu memindahkan buku yang masih bisa diselamatkan. Sejumlah pekerja juga dikerahkan untuk mengeluarkan lemari, rak, serta rangka kayu yang memenuhi ruangan.
Pihak sekolah bergerak cepat menindaklanjuti dampak cuaca ekstrem tersebut. Lina menuturkan, pihaknya telah melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram pada Senin (26/1).
“Disdik sudah menginstruksikan kami untuk segera menyusun laporan resmi dan mengajukan proposal bantuan perbaikan,” jelasnya.
Selain ke Disdik, pihak sekolah bersurat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk melakukan asesmen kerusakan bangunan.
Hingga saat ini, sekolah masih mendata total kerugian materiil yang ditimbulkan. Lina berharap perbaikan segera dilakukan agar layanan literasi bagi siswa kembali normal.
Editor : Redaksi Lombok Post