LombokPost - Kehadiran Syekh Abdullah Jaber menguatkan Spirit Ramadan di SMAN 3 Mataram (Smanti), Kamis (26/2). Momentum ini menjadi suntikan energi religius bagi siswa dan guru.
Dalam suasana khusyuk di Masjid Nurul Huda Smanti, Syekh Abdullah Jaber menekankan pentingnya menjaga salat lima waktu dan membangun karakter siswa sejak dini.
Dalam tausiah selama lebih dari 1,5 jam itu, antusiasme siswa Smanti membuat dialog berlangsung hangat dan interaktif. Tema utama yang digaungkan adalah Spirit Ramadan di SMAN 3 Mataram harus diwujudkan lewat kedisiplinan salat dan akhlak sehari-hari.
“Jangan lupakan salat lima waktu, itu tiang kehidupan kita,” tegas Syekh Abdullah Jaber di hadapan ratusan siswa.
Adik almarhum Syekh Ali Jaber itu juga membawa misi bertajuk Program Satu Juta Penghafal Alquran. Pendekatan yang digunakan Syekh Abdullah Jaber ringan dan membumi. Ia meminta siswa memulai dari kemampuan masing-masing tanpa merasa terbebani target besar di awal.
Menurutnya, membangun karakter tidak bisa instan. Spirit Ramadan di SMAN 3 Mataram harus dimulai dari kebiasaan kecil, menjaga salat, membaca Alquran, serta menghormati guru dan orang tua.
Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan. Mereka juga berinfak untuk mendukung Program Satu Juta Penghafal Alquran. Aksi ini memperkuat makna Spirit Ramadan di Smanti sebagai momentum pembentukan karakter religius dan santun.
Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum mengaku bersyukur sekolahnya menjadi satu-satunya di NTB yang menghadirkan Syekh Abdullah Jaber dalam rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini.
“Kami ingin menghadirkan Spirit Ramadan di SMAN 3 Mataram yang berbeda. Biasanya internal, sekarang ada aura yang lebih khusyuk dan mendalam,” ujar Syekh Abdullah Jaber.
Ia berharap, setelah mendapat pencerahan dari Syekh Abdullah Jaber, para siswa semakin sadar menjalankan ibadah tanpa paksaan. Karakter kuat, disiplin salat, dan akhlak santun menjadi target utama pembinaan Ramadan di Smanti.
Dengan kehadiran Syekh Abdullah Jaber, Spirit Ramadan di Smanti bukan sekadar seremoni. Namun menjadi gerakan nyata membangun generasi religius yang berkarakter kuat dan konsisten menjaga salat lima waktu.
Editor : Marthadi