LombokPost- Dugaan diskriminasi dalam pelaksanaan ujian di SMAN 2 Mataram mencuat setelah muncul laporan terkait prosedur pemberian password ujian bagi siswa.
Laporan tersebut menyebut adanya perbedaan perlakuan bagi siswa yang belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP).
Dalam laporan yang masuk, siswa yang telah melunasi administrasi mendapatkan password ujian yang sama sejak hari pertama.
Sebaliknya, siswa yang belum melunasi BPP disebut harus meminta password ujian setiap hari sebelum ujian dimulai.
Temuan itu menjadi sorotan Ombudsman RI Perwakilan NTB.
Kepala Keasistenan Bidang Pemeriksaan Laporan Ombudsman NTB Arya Wiguna mengatakan, ada dua sekolah yang menjadi perhatian terkait laporan tersebut, yakni SMAN 2 Mataram dan satu sekolah di Lombok Tengah.
Menurut Arya, praktik teknis seperti perbedaan password ujian di SMAN 2 Mataram berpotensi memunculkan diskriminasi terhadap siswa. Terlebih, kebijakan BPP SMA/SMK di NTB saat ini masih dalam status moratorium.
“Jangan sampai ada antrean lagi hanya untuk meminta password ujian. Kami minta pihak sekolah segera menyelesaikan masalah ini agar tidak ada perbedaan perlakuan kepada siswa,” tegas Arya saat turun langsung ke SMAN 2 Mataram.
Kondisi ini memicu keprihatinan. Persoalan administrasi BPP seharusnya tidak dikaitkan dengan hak siswa mengikuti ujian sekolah di SMAN 2 Mataram.
Menanggapi isu tersebut, Kepala SMAN 2 Mataram Abdul Kadir Alaydrus menegaskan, kabar mengenai perubahan password ujian SMAN 2 Mataram setiap hari bagi siswa yang belum membayar administrasi tidak benar.
Menurutnya, sejak hari pertama hingga berakhirnya ujian mid semester di SMAN 2 Mataram, password yang digunakan siswa tetap sama dan tidak pernah diganti secara berkala.
“Sama saja sejak dibuka sampai sekarang itu sama passwordnya. Tidak ada kita menahan-nahan itu,” tegas Kadir.
Ia menjelaskan, jika ada siswa yang terlihat mengantre atau menanyakan password ujian SMAN 2 Mataram, kemungkinan karena siswa tersebut lupa sandinya sendiri.
Bukan karena adanya sistem yang membedakan perlakuan.
Pihak sekolah, kata dia, juga telah menginstruksikan operator dan pengawas ujian untuk memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh siswa.
Lebih lanjut, Kadir memastikan status siswa yang belum melunasi administrasi tidak menjadi penghalang untuk mengikuti ujian sekolah di SMAN 2 Mataram.
Sekolah tetap memberikan akses penuh bagi seluruh peserta ujian tanpa mengaitkannya dengan pembayaran BPP.
“Tidak ada kaitannya juga bayar dengan ujian. Saya bilang tetap saja ikut ujian,” tambah Kadir.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, Kadir berharap isu password ujian SMAN 2 Mataram yang sempat memicu kekhawatiran orang tua dapat segera mereda.
Sekolah juga memastikan seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian mid semester tanpa perlakuan berbeda.
Editor : Kimda Farida