LombokPost - Kisah belajar Bahasa Inggris dari kartun dibuktikan Alyssa Natania Pangestu. Alumni SMPN 8 Mataram ini mampu menguasai Bahasa Inggris tanpa les, bahkan tanpa bantuan tutor atau lembaga kursus.
Kemampuan belajar Bahasa Inggris dari kartun yang dilakukan siswi MAN 1 Mataram sejak kecil membuatnya terbiasa dengan kosakata dan pelafalan Bahasa Inggris secara alami.
Melalui tontonan di televisi seperti Nickelodeon dan Disney, ia perlahan mengembangkan kemampuan berbahasa asing tanpa metode belajar formal.
“Dari kecil itu sebenarnya saya nggak les. Saya nggak les sama sekali, nggak ada tutor, nggak diajarin juga. Tapi seringnya nonton kartun luar negeri,” ujar Alyssa mengenang masa kecilnya.
Menurut Alyssa, kebiasaan belajar Bahasa Inggris dari kartun memberi dampak besar terhadap perkembangan kemampuan linguistiknya. Saat anak-anak berada pada masa golden age, kemampuan otak menyerap bahasa baru berada pada kondisi terbaik.
Paparan Bahasa Inggris melalui tontonan itu membuat Alyssa terbiasa mendengar kosakata dan pengucapan yang benar. Hal ini membantu membentuk kemampuan komunikasinya saat duduk di bangku SMP hingga MA.
Meski dikenal mampu belajar Bahasa Inggris tanpa les, Alyssa mengakui dukungan keluarga tetap berperan penting dalam proses belajarnya. Sang ibu yang bekerja di dunia perhotelan memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik.
“Ibu saya pintar Bahasa Inggris. Jadi kalau saya mau nanya apa pun pas masih kecil, ya tanya sama ibu,” jelas Alyssa.
Dukungan keluarga dan kebiasaan belajar secara alami membuat kemampuan Bahasa Inggris Alyssa berkembang pesat. Ia menunjukkan bahwa belajar Bahasa Inggris dari kartun bisa menjadi metode efektif jika dilakukan sejak usia dini.
Kisah Alyssa menjadi bukti bahwa belajar Bahasa Inggris tanpa les bukan hal yang mustahil. Dengan konsistensi, paparan bahasa sejak kecil, serta rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan Bahasa Inggris dapat berkembang secara otodidak.
Editor : Rury Anjas Andita