LombokPost- Universitas Mataram (Unram) mengukuhkan enam guru besar di Ruang Sidang Senat, Selasa (28/4). Pengukuhan ini menjadi langkah mempercepat hilirisasi riset untuk masyarakat.
Dalam pengukuhan ini, enam akademisi resmi menyandang gelar profesor tetap dari berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Prof Dr Ir Markum (Fakultas Pertanian); Prof Ir Yusron Saadi (Fakultas Teknik); Prof Ir Heri Sulistiyono (Fakultas Teknik); Prof Dr Ir Lalu Ahmad Zaenuri (Fakultas Peternakan); Prof Dr Faturrahman (Fakultas MIPA); DAN Prof Diswandi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis).
Masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti isu strategis, mulai dari perhutanan sosial, pengelolaan sumber daya air, perubahan iklim di Pulau Lombok, inovasi reproduksi ternak, rekayasa mikrobioma perairan, hingga harmonisasi pariwisata dan konservasi berbasis pembayaran jasa lingkungan.
Ragam keilmuan ini menjadi kekuatan dalam mendorong hilirisasi riset untuk masyarakat.
Baca Juga: 1.366 Sekolah di NTB Masih Dipimpin Plt Kepala Sekolah, Hambat Mutu Pendidikan
Rektor Unram Prof Dr Sukardi menegaskan pengukuhan enam guru besar bukan sekadar seremoni akademik. Menurutnya, kehadiran profesor baru harus menjadi motor penggerak perubahan berbasis ilmu pengetahuan.
“Guru besar tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan ilmu tersebut dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan untuk menjawab persoalan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran guru besar sangat strategis sebagai penuntun arah dan penjaga nilai dalam pembangunan.
Oleh karena itu, hilirisasi riset untuk masyarakat harus menjadi fokus utama agar hasil penelitian tidak berhenti di ruang akademik.
Baca Juga: Hari Belajar Guru NTB Digenjot, Ribuan Guru Disiapkan Naik Kualitas
Prof Sukardi juga menyoroti bidang keilmuan para guru besar yang dikukuhkan memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga inovasi teknologi, semuanya berkontribusi mempercepat kemajuan daerah.
Dalam kesempatan itu, Prof Sukardi berpesan agar para guru besar terus menjaga semangat intelektual. Menurutnya, kegelisahan akademik menjadi kunci lahirnya inovasi dan peradaban baru.
“Jangan pernah berhenti gelisah. Dari kegelisahan intelektual itulah lahir pertanyaan penting yang mendorong kemajuan,” ujarnya.
Baca Juga: Guru PPPK Lobar Desak Perpanjangan SK 5 Tahun, PGRI Siap Kawal
Dengan momentum pengukuhan enam guru besar, diharapkan penguatan hilirisasi riset untuk masyarakat semakin nyata.
Perguruan tinggi, lanjutnya, bukan menara gading, melainkan pusat perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
Editor : Kimda Farida