Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekowisata Mangrove Paremas Disiapkan Jadi Ikon Baru Wisata NTB

Jay • Jumat, 8 Mei 2026 | 15:54 WIB
EKOWISATA MANGROVE: Ekowisata Mangrove Paremas di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur mulai disiapkan menjadi destinasi unggulan baru pariwisata NTB.
EKOWISATA MANGROVE: Ekowisata Mangrove Paremas di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur mulai disiapkan menjadi destinasi unggulan baru pariwisata NTB.

LombokPost- Ekowisata Mangrove Paremas di Desa Paremas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur mulai disiapkan menjadi destinasi unggulan baru pariwisata NTB.

Kawasan pesisir yang selama ini dikenal sebagai sentra nelayan dan budidaya laut itu kini berkembang menjadi kawasan wisata berbasis konservasi, edukasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Ekowisata Mangrove Paremas menawarkan pengalaman wisata alam yang berbeda.

Wisatawan tidak hanya menikmati hamparan mangrove alami, tetapi juga dapat menyusuri tracking kayu di tengah hutan mangrove, menikmati seafood segar di restoran terapung, hingga melihat langsung aktivitas budidaya lobster dan kerapu di laut lepas.

Di kawasan pesisir Paremas, terdapat hamparan mangrove seluas sekitar 18 hektare.

Sekitar 8 hektare masih dalam kondisi hijau alami, sedangkan 10 hektare lainnya terus direhabilitasi bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem pesisir.

Baca Juga: Niat Jual "Surga" Palsu, Pengedar Obat Keras Asal Jabar Malah Berakhir di Tangan BBPOM Mataram

Mangrove di Paremas tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai. Kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat wisata edukasi yang memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Nantinya, wisatawan dapat menikmati berbagai atraksi menarik seperti bird watching, pengamatan biota laut di sela akar mangrove, hingga melihat kupu-kupu mangrove yang hidup di kawasan tersebut.

Tidak hanya itu, Ekowisata Mangrove Paremas juga tengah menyiapkan pusat edukasi lengkap dengan laboratorium mini berupa herbarium dan insectarium flora-fauna khas pesisir.

Pengunjung tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga belajar memahami pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir secara berkelanjutan.

Salah satu atraksi favorit yang disiapkan adalah wisata penanaman mangrove dengan sistem tagging nama penanam.

Setiap wisatawan yang menanam mangrove akan meninggalkan identitas pada pohon yang ditanam sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus kenangan dari Paremas.

Pengembangan Ekowisata Mangrove Paremas turut mendapat dukungan akademisi Universitas Mataram (Unram).

Melalui program Professor Berdampak, ilmuwan pesisir Unram Prof. Sitti Hilyana bersama tim bekerja sama dengan BPDAS Dodokan Moyosari NTB merancang kawasan wisata terintegrasi berbasis konservasi dan budaya masyarakat pesisir.

Pesona Paremas tidak berhenti pada kawasan mangrove. Di tengah laut yang tenang, restoran terapung Paremas menghadirkan konsep gastronomi tourism dengan sajian lobster segar, kepiting, kerang-kerangan, hingga ikan laut khas Lombok.

Wisatawan menikmati hidangan seafood langsung dari habitat laut alami dengan panorama laut biru dan gugusan pulau kecil di sekitarnya.

“Pengalaman ini diyakini menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Prof Hilyana.

Baca Juga: Kejari Mataram Kawal Ketat Pengadaan Lahan Jalan Baitul Atiq dan Islamic Center Lombok Barat

Keunikan lain Ekowisata Mangrove Paremas terletak pada budaya masyarakat pesisir yang masih bertahan.

Tradisi madaq mara dan madaq ngapung, yakni aktivitas mencari biota laut secara tradisional masih terus dilestarikan masyarakat setempat.

Tradisi tersebut kini menjadi atraksi wisata budaya yang menarik perhatian pengunjung karena memperlihatkan kearifan lokal masyarakat pesisir yang mulai langka ditemukan di berbagai daerah.

Selain itu, wisatawan juga dapat menikmati atraksi minawisata melalui penelusuran jalur di atas Keramba Jaring Apung (KJA) lobster dan kerapu.

Pengunjung bisa melihat langsung proses budidaya laut yang menjadi sumber ekonomi utama masyarakat Paremas.

“Ekowisata Mangrove Paremas memiliki potensi besar menjadi ikon baru wisata pesisir Indonesia. Alam yang masih alami, budaya pesisir yang hidup, edukasi lingkungan, hingga pengalaman autentik masyarakat lokal menjadi kekuatan utama destinasi ini,” tutur Prof Hilyana.

Kini harapan tertuju pada sinergi pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku wisata, dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan Ekowisata Mangrove Paremas sebagai wajah baru pariwisata NTB yang berkelanjutan.

 

Editor : Kimda Farida
#wisata mangrove #Ekowisata Mangrove Paremas #wisata Lombok Timur #mangrove Paremas #wisata ntb