LombokPost- SMPN 2 Mataram kembali menerapkan ujian berbasis kertas pada asesmen akhir semester siswa kelas IX tahun ajaran 2026.
Metode paper test tersebut dinilai membuat siswa lebih fokus dan tenang saat mengerjakan soal.
Sebanyak 465 siswa kelas IX mengikuti asesmen akhir semester yang berlangsung sejak Senin (4/5) hingga Jumat (8/5).
Berbeda dengan tren digitalisasi sebelumnya, SMPN 2 Mataram memilih kembali menggunakan metode manual berbasis kertas.
Plt Kepala SMPN 2 Mataram Ni Nengah Sri Swathi menjelaskan, keputusan menggunakan paper test diambil untuk menyesuaikan kebijakan larangan membawa handphone ke lingkungan sekolah.
Selain itu, metode manual dinilai lebih efektif meminimalisir gangguan teknologi selama ujian berlangsung.
Baca Juga: 124 Siswa MAN 2 Mataram Lulus Jalur Prestasi ke Kampus Favorit
“Dengan menggunakan paper test, ternyata siswa mengerjakan soal jauh lebih tenang dan nyaman,” ujarnya.
Menurut Sri, tanpa penggunaan gawai di ruang ujian, siswa lebih fokus mengerjakan asesmen tanpa terdistraksi aplikasi maupun notifikasi ponsel.
Meski kembali menggunakan sistem manual, pihak sekolah memastikan seluruh persiapan asesmen dilakukan secara matang.
Persiapan teknis bahkan telah dilakukan sejak tiga pekan sebelumnya, mulai dari penyusunan naskah soal hingga kesiapan lembar jawaban.
Baca Juga: Ekowisata Mangrove Paremas Disiapkan Jadi Ikon Baru Wisata NTB
“Tidak ada kendala teknis karena semua perangkat sudah siap. Anak-anak juga hadir semua, hanya dua siswa izin karena mengikuti Porprov (Pekan Olahraga Provinsi),” katanya.
Pelaksanaan asesmen juga menerapkan pengawasan ketat. Sistem pengawas melibatkan guru internal sekolah dengan aturan guru mata pelajaran yang sedang diujikan tidak diperbolehkan mengawas di ruangan tersebut demi menjaga objektivitas.
Terdapat 24 ruangan yang digunakan selama paper test berlangsung. Setiap kelas dibagi menjadi dua ruangan untuk menjaga kenyamanan dan jarak antar siswa selama ujian.
Baca Juga: Unram Luncurkan Hibah Top Tier 2026, Perkuat Riset Global Menuju World Class University
Sementara itu, bagi siswa yang berhalangan hadir, termasuk peserta yang mengikuti Porprov, pihak sekolah menyiapkan ujian susulan yang dijadwalkan berlangsung Senin pekan depan.
Kebijakan paper test dinilai menjadi solusi efektif di tengah pembatasan penggunaan gawai di sekolah. Selain meningkatkan fokus siswa saat asesmen, metode ujian berbasis kertas juga dinilai mampu menciptakan suasana ujian yang lebih tertib dan kondusif.
Editor : Kimda Farida