Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satu Dekade Poltekpar Lombok, Dari Bumi Gora untuk Pariwisata Dunia

Lestari Dewi • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:17 WIB
Sepuluh tahun sudah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menancapkan taringnya sebagai kawah candradimuka bagi insan pariwisata di Indonesia Timur.
Sepuluh tahun sudah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menancapkan taringnya sebagai kawah candradimuka bagi insan pariwisata di Indonesia Timur.

 

LombokPost-Sepuluh tahun sudah Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menancapkan taringnya sebagai kawah candradimuka bagi insan pariwisata di Indonesia Timur.

Sabtu (9/5) lalu, suasana khidmat menyelimuti ruang sidang kampus tersebut. 

Bukan sekadar seremoni, Sidang Senat Akademik Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-10 ini menjadi momentum refleksi sekaligus loncatan besar bagi institusi di bawah naungan Kementerian Pariwisata RI tersebut.

Rangkaian acara dibuka dengan elegan. Parade senat akademik dan gema lagu Indonesia Raya serta Mars Poltekpar Lombok mengawali prosesi. 

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Tak ketinggalan, lenggak-lenggok Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari yang membawakan tarian budaya lokal seolah menegaskan bahwa meski mengejar standar global, Poltekpar Lombok tak pernah lupa pada akar budaya sasak.

Staf Ahli Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenpar RI, Raden Kurleni Ukar, yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan catatan penting. 

Menurutnya, transformasi pariwisata tak melulu soal pembangunan fisik destinasi, namun jauh lebih krusial adalah kualitas manusianya.

Baca Juga: Jaksa Jebloskan Mantan Bupati Lombok Tengah Dua Periode ke Penjara Terkait Kasus Penipuan

"Poltekpar Lombok punya posisi strategis. Kami berharap kampus ini terus memperkuat tata kelola yang adaptif dan inovatif untuk mendukung reformasi birokrasi serta kualitas layanan pendidikan," tegas Kurleni. 

Sejalan dengan itu, orasi ilmiah dari Prof. Dr. Ni Made Eka Mahadewi kian mempertajam arah institusi. 

Ia membedah pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan dan bagaimana mencetak SDM yang tetap lincah (adaptif) di tengah perubahan dunia yang serba cepat.

Sementara itu, Direktur Poltekpar Lombok Ali Muhtasom, tampil memaparkan "rapor" sepuluh tahun perjalanan kampus. Hasilnya membanggakan. 

Dalam satu dekade, ribuan lulusan telah lahir dan kini tersebar di berbagai lini industri hospitality, baik di kancah nasional maupun mancanegara.

"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan akademik, tetapi juga memperkuat sertifikasi kompetensi, program magang, hingga pengembangan kewirausahaan mahasiswa," papar Ali dengan nada optimis.

Baca Juga: Groundbreaking Preciosa Lombok Residence, Hadirkan Hunian Mewah Berkonsep Green Building di Pantai Selak Dondon

Ali menambahkan, Poltekpar Lombok kini kian kokoh sebagai pusat pengembangan sustainable tourism dan halal tourism di Indonesia Timur.

Ambisinya jelas: mencetak wonderpreneur muda—wirausaha pariwisata yang inovatif.

"Dies Natalis ke-10 ini adalah momentum akselerasi. Kami ingin mencetak SDM yang tidak hanya siap kerja, tapi juga mampu membuka lapangan kerja dan bersaing secara internasional," tambahnya.

Kemeriahan satu dekade ini ditutup dengan pemutaran video perjalanan "1 Dekade Poltekpar Lombok" yang menguras emosi, pemotongan kue, serta aksi nyata lewat penyerahan bantuan pendidikan dari Bank NTB Syariah.

Dengan slogan yang kian populer, "Mau Kuliah, Cepat Kerja, dan Berwirausaha? #dipoltekparlombokaja", Poltekpar Lombok kini bersiap menatap dekade kedua. 

Harapannya tetap sama menjadi mercusuar bagi generasi muda untuk menaklukkan industri pariwisata dunia dari tanah Lombok. 

Editor : Kimda Farida
#satu dekade #Poltekpar Lombok #dunia #Dies Natalis #Pariwisata