Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Atap Dua Ruang Kelas Ambruk di SMAN 7 Mataram, Pemprov NTB Turun Tangan

Yuyun Kutari • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:57 WIB
Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya (dua dari kiri), saat meninjau langsung kondisi dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram yang ambruk, Selasa (19/5). (IST/LOMBOK POST)
Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya (dua dari kiri), saat meninjau langsung kondisi dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram yang ambruk, Selasa (19/5). (IST/LOMBOK POST)

LombokPost - Atap dua ruang kelas di SMAN 7 Mataram ambruk, saat jam istirahat sekolah berlangsung, pada Selasa (19/5). 

Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menyampaikan insiden robohnya sebagian bangunan sekolah itu, telah ditindaklanjuti langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Syamsul Hadi, bersama Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya dan anggota Komisi V DPRD NTB yang turun ke lokasi kejadian.  

“Bangunan yang ambruk terdiri dari dua ruang kelas belajar di lingkungan SMAN 7 Mataram,” jelasnya.

Berdasarkan laporan sementara dari Dikpora NTB, terdapat lima siswa menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban dilaporkan mengalami luka ringan dan lecet akibat tertimpa material bangunan.  

“Sebanyak empat siswa telah kembali ke rumah, sementara satu siswa masih berada di rumah sakit untuk observasi dan penanganan trauma,” katanya.

Kejadian yang berlangsung saat jam istirahat sehingga sebagian besar siswa berada di luar ruang kelas. Kondisi itu dinilai telah mengurangi potensi korban lebih banyak.  

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, kerusakan dipicu oleh patahnya bagian struktur atap, pada konstruksi kap bangunan. Struktur bangunan diketahui menggunakan rangka kayu dengan penutup atap berupa genteng beton.

“Bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap sehingga menyebabkan bangunan ambruk,” jelasnya.

Saat ini, Pemprov NTB melalui tim teknis dari Dinas PUPRPKP NTB masih melakukan pemeriksaan lanjutan, guna memastikan penyebab pasti ambruknya bangunan sekaligus mengevaluasi kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas PUPRPKP NTB Lalu Kusuma Wijaya, bersama tim teknis juga masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal dan langkah mitigasi.  

Khalik menegaskan bangunan yang roboh merupakan bangunan lama yang dibangun pada tahun 2006, melalui dukungan sumbangan komite sekolah.

Bangunan tersebut seharusnya masuk dalam daftar ruang kelas yang direhabilitasi melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024.  

Selain itu, SMAN 7 Mataram sebelumnya juga telah memperoleh program pembangunan ruang kelas melalui DAK 2024.

Namun, sebagian pembangunan hingga kini belum dapat dimanfaatkan, karena masih dalam proses penanganan hukum.  

“Seluruh anggaran program tersebut diketahui telah dibayarkan, namun pembangunan ruang kelas belum terselesaikan sepenuhnya,” tegas Khalik.

Menurutnya, apabila pembangunan dapat diselesaikan sesuai perencanaan, para siswa semestinya sudah dapat menggunakan ruang kelas baru yang lebih layak dan aman.  

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, terang Khalik, telah mengarahkan seluruh pihak terkait agar memprioritaskan penanganan dan pendampingan terhadap siswa terdampak, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung oleh Pemprov NTB.  

"Pemerintah juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa serta hasil investigasi teknis terkait penyebab ambruknya bangunan di SMAN 7 Mataram," tandasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#Dana Alokasi Khusus (DAK) #korban #sman 7 mataram #ruang kelas #Pemprov NTB