LombokPost- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 11 Mataram pada jalur domisili memasuki hari kedua dengan jumlah pendaftar masih relatif landai. Hingga Selasa (30/6), SPMB SMPN 11 Mataram baru mencatat 34 calon peserta didik yang telah menyelesaikan proses pendaftaran secara resmi.
Angka itu masih jauh dari kuota jalur domisili yang disediakan sekolah, yakni 80 kursi untuk tahun ajaran 2026. Meski demikian, pihak sekolah tetap optimistis jumlah pendaftar akan meningkat menjelang penutupan pendaftaran.
Kepala SMPN 11 Mataram Azizudin mengatakan, kondisi itu bukan hal baru. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar orang tua dan calon peserta didik cenderung mendaftar pada hari-hari terakhir setelah memantau perkembangan nilai ambang batas atau passing grade.
Baca Juga: Siswa SMPN 15 Mataram Lolos OSN IPA NTB, Dimas Rizky Bidik Tiket Nasional
"Biasanya para orang tua dan calon siswa masih memantau pergerakan passing grade atau cenderung mendaftar secara serentak di hari-hari terakhir. Kami di pihak sekolah sudah siap melayani proses verifikasi berkas dengan cepat dan transparan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pendaftar di akhir masa pendaftaran, panitia SPMB SMPN 11 Mataram telah menyiapkan layanan verifikasi berkas yang lebih cepat. Langkah itu dilakukan agar seluruh proses dapat berjalan lancar dan sesuai jadwal.
Berdasarkan evaluasi internal sekolah, kata Azizudin, rendahnya jumlah pendaftar pada hari kedua dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, banyak orang tua yang masih menunggu perkembangan peta persaingan jalur domisili di sekolah lain sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: Server SPMB Jalur Domisili Mataram Sempat Gangguan, Pendaftaran Diperpanjang hingga Sore
Selain itu, sejumlah calon peserta didik juga masih melengkapi dokumen administrasi yang menjadi syarat pendaftaran. Di antaranya Kartu Keluarga (KK) maupun surat keterangan lulus. Kondisi itu membuat sebagian calon pendaftar belum dapat melakukan registrasi penuh di sistem.
Meski jumlah pendaftar masih di bawah target, Azizudin meyakini kondisi akan berubah dalam beberapa hari ke depan. Pengalaman pelaksanaan SPMB sebelumnya menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar biasanya terjadi menjelang batas akhir pendaftaran.
Ia meminta masyarakat tidak menunda proses pendaftaran terlalu lama. Selain menghindari antrean pada hari terakhir, pendaftaran lebih awal juga memudahkan proses verifikasi apabila ditemukan kekurangan dokumen administrasi.
Editor : Rury Anjas Andita