Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bawa Misi Kearifan Lokal dan Inovasi Pemberdayaan, UMMAT Lepas 985 Mahasiswa KKN Reguler Angkatan 40

Akbar Sirinawa • Kamis, 2 Juli 2026 | 10:07 WIB
Pelepasan mahasiswa KKN di UMMAT.
Pelepasan mahasiswa KKN di UMMAT.

 

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) melepas 985 mahasiswa KKN Reguler Angkatan 40 Tahun 2026, Senin (29/6/2026). Mereka akan mengabdi di 63 kelompok/lokasi KKN di sejumlah daerah.

KKN Angkatan 40 mengusung tema “Merawat Nilai Kearifan Lokal, Menguatkan Inovasi Pemberdayaan, Menuju Masyarakat Berkemajuan.” Tema ini menjadi arah mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Sebanyak 985 mahasiswa itu tersebar di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, serta lokasi nonreguler di Kota Mataram.

Ketua LPPM UMMAT Dr Sri Rejeki mengatakan, KKN menjadi bagian dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Terutama pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Milad ke-46, UMMAT Kukuhkan Prof Hijril Ismail Jadi Guru Besar

Menurutnya, KKN bukan hanya kewajiban akademik. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Mereka belajar tentang kepekaan, kepemimpinan, komunikasi, dan tanggung jawab moral terhadap persoalan masyarakat.

Sri Rejeki menjelaskan, pelaksanaan KKN Angkatan 40 telah melalui sejumlah persiapan. Mulai dari pembekalan, penentuan kelompok, koordinasi lokasi, hingga penyusunan program kerja berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia berharap mahasiswa hadir dengan rendah hati. Mahasiswa juga diminta membaca potensi wilayah dan membangun program yang relevan serta berkelanjutan.

“Mahasiswa KKN harus hadir sebagai bagian dari masyarakat. Dengarkan kebutuhan warga, pahami karakter sosial desa, dan susun program yang benar-benar memberi manfaat. KKN bukan hanya tentang menjalankan agenda kampus, tetapi tentang belajar bersama masyarakat dan menghadirkan solusi yang membangun,” pesannya.

Baca Juga: PPG FKIP UMMAT Bekali Calon Guru dengan Bela Negara di Korem 162/WB

Sementara itu, Ramli yang mewakili Ketua BPH UMMAT menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Mahasiswa juga diminta menjunjung tinggi adab dan membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian.

Ia mengingatkan, mahasiswa UMMAT menjadi duta kampus di tengah masyarakat. Karena itu, sikap, tutur kata, dan tindakan selama berada di lokasi KKN akan menjadi cermin kualitas pendidikan dan pembinaan karakter di UMMAT.

“Jadilah mahasiswa yang santun, disiplin, dan mampu bekerja sama. Masyarakat tidak hanya menilai program yang saudara laksanakan, tetapi juga menilai kepribadian, kepedulian, dan keteladanan saudara selama berada di tengah mereka,” pesannya.

Amanat Rektor UMMAT disampaikan Wakil Rektor I UMMAT Abdurrahman. Ia mengatakan, KKN menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa secara utuh.

Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya diuji secara akademik. Mereka juga dilatih beradaptasi, memecahkan masalah, membangun komunikasi, dan bekerja lintas disiplin.

Abdurrahman menilai, tema KKN tahun ini relevan dengan kebutuhan pembangunan masyarakat. Kearifan lokal perlu dijaga sebagai identitas dan kekuatan sosial. Sementara inovasi pemberdayaan perlu diperkuat agar masyarakat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak datang ke lokasi KKN dengan sikap menggurui. Mahasiswa diminta membawa semangat belajar, mendampingi, dan berkolaborasi.

Mahasiswa juga diharapkan mampu menggali potensi lokal. Termasuk memperkuat literasi masyarakat, mendukung kegiatan pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, lingkungan, keagamaan, serta program pemberdayaan lain sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“KKN adalah ruang pengabdian sekaligus ruang pendewasaan. Anak-anakku semua akan belajar bahwa ilmu pengetahuan harus hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat. Jagalah nama baik UMMAT dengan menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta laksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan KKN tidak hanya dilihat dari banyaknya program yang terlaksana. KKN juga harus memberi dampak, menumbuhkan partisipasi masyarakat, dan meninggalkan kesan positif bagi desa tempat mahasiswa mengabdi.

Prosesi pelepasan mahasiswa KKN ditandai dengan penyerahan simbolis jaket KKN oleh Wakil Rektor I UMMAT kepada perwakilan mahasiswa. Jaket itu menjadi simbol kesiapan mahasiswa menjalankan tugas pengabdian dengan membawa identitas, tanggung jawab, dan kehormatan almamater.

Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan oleh Account Representative BPJS Ketenagakerjaan Kota Mataram Irvan Zahid Naufal. Penyerahan ini menjadi bentuk perhatian terhadap perlindungan dan keselamatan mahasiswa selama menjalankan KKN di lapangan.

Pelepasan ditutup dengan prosesi simbolis pelepasan burung dara yang diiringi pemukulan gendang. Prosesi ini dilakukan Wakil Rektor I UMMAT bersama unsur BPH UMMAT, Ketua LPPM UMMAT, Sekretaris Rektor II UMMAT, para dekan, pimpinan lembaga, UPT, dan kaprodi di lingkungan UMMAT.

Melalui KKN Reguler Angkatan 40 Tahun 2026, UMMAT berharap mahasiswa tumbuh menjadi pribadi tangguh, peduli, kreatif, dan solutif. Kehadiran mahasiswa juga diharapkan memperkuat nilai kearifan lokal, menghadirkan inovasi pemberdayaan, serta membangun hubungan berkelanjutan antara kampus dan masyarakat.

Editor : Akbar Sirinawa
#KKN Reguler #Mahasiswa UMMAT #ummat #Universitas Muhammadiyah Mataram #KKN Ummat