LombokPost - Di tengah sorotan publik terhadap besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di berbagai perguruan tinggi, Universitas Mataram (Unram) menegaskan komitmennya menjaga akses pendidikan tinggi yang adil dan terjangkau. Melalui kebijakan UKT yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa, Unram memastikan tidak ada calon mahasiswa kehilangan kesempatan kuliah hanya karena keterbatasan biaya.
Rektor Unram Prof Sukardi menegaskan, penerapan UKT dilakukan berdasarkan prinsip keadilan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa sesuai ketentuan yang berlaku.
“Unram berkomitmen agar tidak ada mahasiswa yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi, tetapi mahasiswa juga harus jujur dalam menyampaikan data. UKT bukan sekadar angka, melainkan instrumen untuk menghadirkan keadilan," ujarnya.
Baca Juga: PMR MAN 2 Mataram Raih Juara III Laga Praja IV 2026, Harumkan Nama Madrasah di Pulau Lombok
Data Unram menunjukkan sekitar 42 persen mahasiswa membayar UKT pada kelompok terendah, yakni Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per semester. Selain itu, sekitar 30 persen mahasiswa berada pada kelompok UKT III. Komposisi ini menjadi bukti kebijakan pembiayaan di Unram diarahkan untuk menjaga pemerataan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sebanyak 690 mahasiswa memperoleh pembebasan UKT sehingga tidak dikenakan biaya kuliah sama sekali. Menariknya, 13 di antaranya merupakan mahasiswa Program Studi Kedokteran. Fakta ini memperlihatkan mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan di program studi favorit.
Komitmen Unram tidak berhenti pada kebijakan UKT yang berkeadilan. Kampus juga menyiapkan berbagai insentif untuk mendorong prestasi akademik, riset, inovasi, hingga kewirausahaan mahasiswa. Mahasiswa yang berhasil memublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi memperoleh pembebasan UKT selama dua semester untuk jenjang sarjana, magister, maupun doktor.
Baca Juga: Siswi SMPN 8 Mataram Lolos Final Bintang Sobat SMP 2026, Wakili NTB ke Nasional
Selain itu, Unram memberikan insentif publikasi hingga Rp 10 juta bagi mahasiswa yang berhasil menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi. Dukungan lainnya berupa pendanaan hingga Rp 6 juta untuk pengembangan startup mahasiswa dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan di dunia industri.
Mahasiswa berprestasi yang meraih juara I dalam berbagai kompetisi juga memperoleh penghargaan hingga Rp 4 juta. Sementara mahasiswa yang mengikuti program magang, pertukaran pelajar, maupun kegiatan akademik di luar negeri mendapat dukungan pembiayaan sebagai bentuk penguatan pengalaman internasional.
Menurut Prof Sukardi, mahasiswa yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik memberikan kontribusi sesuai kemampuannya. Sedangkan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan.
Baca Juga: Ombudsman NTB Kawal Distribusi Siswa SPMB 2026, Awasi Penambahan Rombel Ilegal
"Kami ingin membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Kampus bukan hanya tempat mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang yang membuka harapan. Bahkan pada Program Studi Kedokteran, mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap memiliki peluang yang sama untuk belajar dan mengabdi kepada masyarakat," urai Prof Sukardi.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari prestasi akademik maupun capaian riset. Tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan akses pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, investasi terbesar bangsa adalah membangun sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas yang dapat dijangkau semua kalangan.
Baca Juga: SPMB SMPN 8 Mataram Hampir Penuh, Tersisa Sembilan Kursi Jalur Domisili
“Investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya membangun gedung, tetapi membangun manusia. Karena itu, Unram akan terus memperkuat kebijakan pembiayaan pendidikan tinggi yang berkeadilan agar setiap mahasiswa yang memiliki potensi dapat berkembang tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarganya," tegasnya.
Editor : Marthadi