Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPMB SMA/SMK NTB Jadi Momentum Hapus Stigma Sekolah Favorit

Jay • Senin, 6 Juli 2026 | 11:12 WIB
Kepala Dispora NTB Syamsul Hadi
Kepala Dispora NTB Syamsul Hadi

LombokPost- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK NTB 2026 tidak hanya difokuskan pada proses penerimaan, tetapi juga menjadi momentum mempercepat pemerataan mutu sekolah di NTB.

Karena itu, Pemprov NTB meminta masyarakat mulai meninggalkan anggapan hanya beberapa sekolah favorit yang layak menjadi tujuan utama.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB Syamsul Hadi menegaskan, seluruh SMA dan SMK negeri di bawah kewenangan Pemprov NTB mendapat perlakuan, fasilitas, dan perhatian yang sama. Ia berharap orang tua dapat menerima hasil SPMB SMA/SMK NTB dengan lapang dada jika anaknya tidak diterima di sekolah yang selama ini dianggap unggulan.

"Harapan kita wali murid juga legowo kalau memang tidak terserap di sekolah yang dianggap bagus itu. Sebenarnya posisi kami, sekolah itu sama saja dan kita berikan perlakuan yang sama," tegas Syamsul.

Baca Juga: SPMB SMPN 12 Mataram Membludak, Kuota 256 Siswa Diserbu 351 Pendaftar

Menurutnya, stigma sekolah favorit selama ini lebih dipengaruhi kualitas input atau kemampuan akademik siswa yang sudah baik sejak awal. Bukan karena ada perbedaan kualitas guru maupun layanan pendidikan.

Ia menilai banyak guru berprestasi justru tersebar di berbagai sekolah. Termasuk sekolah di kawasan pinggiran Kota Mataram. Karena itu, pemerintah berkomitmen mewujudkan pemerataan mutu agar seluruh SMA dan SMK negeri memiliki kualitas setara.

Dalam program ini, Dikpora NTB akan memberikan perhatian lebih kepada sejumlah sekolah yang masih memiliki daya tampung besar.

Di antaranya SMAN 9 Mataram, SMAN 10 Mataram, dan SMAN 11 Mataram. Ketiga sekolah ini diproyeksikan menjadi bagian penting dari strategi pemerataan mutu sekolah di Kota Mataram.

Baca Juga: PKK Platinum LPKN Mataram Dibuka, Siapkan Calon Pekerja Migran Siap Kerja di Hotel dan Kapal Pesiar

"Saya akan dorong, saya akan kawal sekolah itu supaya ke depan lebih maju, tidak kalah dengan sekolah yang dianggap favorit. Kita berikan prioritas agar mutunya merata," ujarnya.

Di tengah pelaksanaan SPMB SMA/SMK NTB, Syamsul juga menyoroti munculnya isu praktik titip menitip siswa atau jasa titip masuk sekolah negeri.

Ia memastikan pemerintah tidak akan memberikan toleransi jika ditemukan praktik seperti itu. Terlebih jika melibatkan transaksi uang.

"Kalau dia terbukti begitu, apalagi kalau sampai menggunakan uang, saya akan batalkan kelulusannya," tegasnya.

Baca Juga: Wakili NTB, Siswa MAN 2 Mataram Lolos Nasional Krida Duta Bahasa

Peringatan itu diberikan sebagai bentuk komitmen menjaga integritas pelaksanaan SPMB SMA/SMK NTB agar berlangsung transparan, adil, dan bebas dari praktik kecurangan.

Ia optimistis dengan peningkatan sarana, pemerataan tenaga pendidik, dan pembinaan berkelanjutan, kualitas sekolah-sekolah ini akan terus meningkat. Sehingga mampu bersaing dengan sekolah yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit.

Ke depan, pemerintah juga menargetkan seluruh SMA dan SMK negeri di NTB mampu meningkatkan prestasi lulusan. Baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Baca Juga: Siswi SMPN 8 Mataram Lolos Final Bintang Sobat SMP 2026, Wakili NTB ke Nasional

Melalui SPMB SMA/SMK NTB yang berintegritas dan komitmen memperkuat pemerataan mutu sekolah, Syamsul berharap tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah di pusat kota dan pinggiran.

Masyarakat pun diimbau tidak lagi berfokus pada label sekolah favorit, melainkan memilih sekolah yang sesuai dengan domisili, potensi, dan kebutuhan peserta didik.

Editor : Kimda Farida
#Dikpora NTB #Syamsul Hadi #SPMB SMA/SMK NTB #pemerataan mutu sekolah #sekolah favorit