Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Project Changes Buka Jalan Mahasiswa Unram Belajar di Jerman, Perkuat Jejaring Internasional

Jay • Selasa, 7 Juli 2026 | 18:27 WIB
KOLABORASI INTERNASIONAL: Dua mahasiswa Unram foto bersama teman dan dosen usai mengikuti perkuliahan di University of Kassel, Jerman, belum lama ini.
KOLABORASI INTERNASIONAL: Dua mahasiswa Unram foto bersama teman dan dosen usai mengikuti perkuliahan di University of Kassel, Jerman, belum lama ini.

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat kerja sama internasional untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global. Melalui Project Changes, Unram kembali mengirim mahasiswa mengikuti program akademik di University of Kassel, Jerman. Unram juga menerima mahasiswa dari kampus itu dalam skema pertukaran timbal balik.

Program Project Changes menjadi salah satu wujud komitmen Unram dalam memperluas jejaring internasional. Program ini juga meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus memperkuat pengalaman akademik mahasiswa dan dosen di lingkungan global.

Pada periode 17 Mei hingga 31 Juli 2026, dua mahasiswa Unram menjalani perkuliahan serta berbagai kegiatan akademik di University of Kassel. Mereka yakni Rizki Al Farisi dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2022 dan Atha Dara Radeisyah dari Program Studi PG PAUD angkatan 2023.

Baca Juga: TKA Diusulkan Jadi Syarat Wajib SPMB SMP dan SMA, Jalur Domisili Bisa Dihapus

Pada waktu yang sama, dosen FKIP Unram Dr Ahmad Junaidi mendapat kepercayaan menjadi pengajar pada kegiatan Summer School. Kegiatan itu berlangsung pada 18–25 Juli 2026 bersama akademisi dari University of Kassel.

Kolaborasi ini juga berlangsung dua arah. Unram menerima dua mahasiswa University of Kassel, Emma Feik dan Zehra Demirezen, melalui program student mobility. Skema ini menunjukkan kerja sama internasional Unram tidak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri. Tetapi juga membuka ruang belajar bagi mahasiswa asing di Kampus Hijau.

Selama berada di Jerman, Rizki mengikuti perkuliahan di Institute of Philosophy dan Institute of English and American Studies. Ia mendalami berbagai materi mengenai isu lingkungan, pendidikan berkelanjutan, hingga kajian kebahasaan.

Baca Juga: Wakili NTB, Siswa MAN 2 Mataram Lolos Nasional Krida Duta Bahasa

Sementara itu, Atha menempuh perkuliahan di Center for Teacher Education (Zentrum für Lehrer) dan Institute of English and American Studies. Ia mempelajari strategi pengajaran bahasa Inggris, pedagogi inklusif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Tidak hanya mengikuti kegiatan di ruang kelas, kedua mahasiswa juga memperoleh pengalaman lapangan melalui kunjungan akademik ke Söhre-Schule Lohfelden. Mereka berdiskusi dengan praktisi pendidikan, sekaligus berinteraksi dengan komunitas Indonesia yang berada di Kota Kassel.

Rangkaian kegiatan ini turut dilengkapi kunjungan ke sejumlah destinasi edukatif dan budaya. Di antaranya Bergpark Wilhelmshöhe, Buga-See, Karlsaue Park, dan Hercules Monument sebagai bagian dari pembelajaran lintas budaya.

Baca Juga: UKT Unram Berkeadilan, 42 Persen Mahasiswa Bayar Maksimal Rp1 Juta Per Semester

Khusus Atha, ia juga mengikuti program "Changes: Exploring Critical Sustainable Development Education from Global Perspectives". Program ini mempertemukan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara untuk mendiskusikan pengembangan pendidikan berkelanjutan dari perspektif global.

Sementara itu, pada pelaksanaan Summer School, Dr Ahmad Junaidi membawakan sejumlah materi bersama akademisi University of Kassel. Materi itu mengenai pendidikan berkelanjutan masyarakat adat serta pembelajaran lintas budaya. Keterlibatan dosen Unram sebagai pengajar internasional menjadi bukti meningkatnya pengakuan terhadap kualitas sumber daya akademik kampus ini.

“Project Changes merupakan kemitraan strategis antara Unram dan University of Kassel yang berfokus pada pengembangan pendidikan guru, peningkatan mobilitas mahasiswa dan dosen, serta penguatan sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dr Ahmad.

Editor : Kimda Farida
#Project Changes #Mahasiswa Unram di Jerman #University of Kassel #Unram #Universitas Mataram