Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 2 Praya Dapat Bantuan Rp 1,6 Miliar, Mendikdasmen Pantau Rehabilitasi dan MPLS

Lestari Dewi • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:08 WIB
Mendikdasmen RI Abdul Muti (dua kiri) meninjau langsung perkembangan rehabilitasi bangunan lima kelas dan pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 2 Praya, Lombok Tengah, Kamis (16/7).
Mendikdasmen RI Abdul Muti (dua kiri) meninjau langsung perkembangan rehabilitasi bangunan lima kelas dan pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 2 Praya, Lombok Tengah, Kamis (16/7).

 

LombokPost - Sarana dan prasarana di SMAN 2 Praya, Lombok Tengah, dipastikan semakin memadai. Sekolah itu mendapat bantuan rehabilitasi infrastruktur Rp 1,6 miliar dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kenyamanan belajar mengajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Abdul Mu'ti memantau langsung proyek rehabilitasi saat mengunjungi sekolah itu, Kamis (16/7). Prof Muti memastikan proyek fisik berjalan sesuai target dan kualitas yang mumpuni.

“Anggaran ini dialokasikan untuk pembangunan lima ruang kelas baru, ditambah tiga ruang sarana pendukung berupa UKS, OSIS, dan BK,” ujar Muti di sela-sela peninjauan.

Baca Juga: Mentan Amran Kenalkan Metode Tanam Padi PM-AAS, Diklaim Lipatgandakan Pendapatan Petani

Mendikdasmen menegaskan, proyek itu ditargetkan tuntas maksimal enam bulan. Progres pengerjaan dinilai berjalan lancar tanpa hambatan berarti. “Informasinya transfer dana komitmen rehabilitasi ini sudah mencapai 75 persen, sehingga tidak ada kendala finansial,” tambahnya.

Proyek itu juga melibatkan 35 tenaga kerja lokal. Muti mengapresiasi pelibatan warga sekitar dan berharap jumlah tenaga kerja terus bertambah. Langkah itu menjadi bukti keseriusan pemerintah menyediakan fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman. Proyek itu sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting, Wabup Lombok Tengah Evaluasi Bantuan Ayam Petelur di Desa Penujak

Secara nasional, lanjut Mendikdasmen, pemerintah menargetkan rehabilitasi 71.744 sekolah tahun ini. “Untuk data detail (kuota) di NTB sendiri saya kurang hafal ya,” tukasnya.

Selain mengecek progres bangunan, Mendikdasmen memantau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026. Kepala sekolah, guru, dan siswa menyambut kedatangannya.

Muti mendatangi aula dan lapangan sekolah untuk berinteraksi dengan peserta didik baru. Ia mengaku puas melihat suasana awal persekolahan yang ceria dan edukatif.

“Saya melihat anak-anak begitu ceria, gembira, dan kegiatannya berjalan dengan baik bersama OSIS,” katanya.

Mendikdasmen RI Abdul Muti (dua kiri) meninjau langsung perkembangan rehabilitasi bangunan lima kelas dan pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 2 Praya, Lombok Tengah, Kamis (16/7).
Mendikdasmen RI Abdul Muti (dua kiri) meninjau langsung perkembangan rehabilitasi bangunan lima kelas dan pelaksanaan MPLS di SMA Negeri 2 Praya, Lombok Tengah, Kamis (16/7).

 

Di hadapan para siswa baru, Mendikdasmen berpesan agar MPLS menjadi gerbang awal yang menyenangkan. Kegiatan itu menjadi momentum untuk mengenali potensi diri dan lingkungan belajar baru.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan karakter positif. Para siswa diminta menjauhi perilaku menyimpang yang marak di media sosial maupun lingkungan remaja.

“Siswa baru harus diberikan wawasan dan perilaku yang baik. Hindari segala hal yang tidak baik, mulai dari perundungan, kekerasan, bahaya judi online, hingga penyalahgunaan narkoba,” tegas Abe Mukti.

Baca Juga: Jaring Talenta Emas ke Akar Rumput, Bupati Pathul Bahri Buka MTQH XXXII Praya Timur

Ia mendorong sekolah mengarahkan konsep MPLS pada kegiatan yang bersifat rekreatif, tetapi tetap edukatif. Kegiatan itu berfokus pada penyaluran minat dan bakat siswa.

Sementara itu, Plt Kepala SMAN 2 Praya M Mustanadi menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Mendikdasmen. Pihaknya mengaku termotivasi untuk meningkatkan prestasi siswa sekaligus membentengi mereka dari hal-hal negatif.

Mustanadi menjelaskan, konsep MPLS Ramah tahun ini dirancang untuk menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan. Sekolah berkomitmen menjaga kesadaran itu secara berkelanjutan, bukan hanya saat penyambutan siswa baru.

Baca Juga: Cegah Sengketa Informasi Sekolah, Wabup Loteng Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri

“Kami di sekolah juga rutin melakukan pengawasan agar situasi belajar-mengajar selalu kondusif,” ujar Mustanadi.

Ia menambahkan, materi selama masa orientasi disusun secara menyeluruh. “Materi yang disampaikan tidak hanya wawasan tentang sekolah, tapi juga informasi tentang lingkungan sekitar, bagaimana membangun keharmonisan, saling menghargai, serta menjauhi hal negatif seperti perkelahian,” tandasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
MPLS 2026 Lombok Tengah Rehabilitasi SMAN 2 Praya mendikdasmen