LombokPost- Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) MAN 2 Mataram menjadi wajah baru penyambutan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Pergantian nama dari Masa Taaruf Siswa Madrasah (Matsama) menjadi Matamuda bukan sekadar perubahan istilah, tetapi menandai transformasi pendidikan yang lebih humanis, ramah anak, dan bebas bullying.
Melalui Matamuda MAN 2 Mataram, madrasah menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung pembentukan karakter sejak hari pertama murid memasuki sekolah.
Kepala MAN 2 Mataram Sumber Hadi menjelaskan, perubahan istilah "siswa" menjadi "murid" merupakan kebijakan terbaru Kementerian Agama yang mulai diterapkan di seluruh madrasah di Indonesia.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang lebih inklusif dan berorientasi pada perlindungan anak.
Pelaksanaan Matamuda MAN 2 Mataram berlangsung selama lima hari sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) Kementerian Agama.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya mengenalkan lingkungan madrasah, tetapi juga menanamkan nilai karakter, memperkuat budaya saling menghargai, serta membangun rasa aman bagi seluruh murid baru.
Baca Juga: Zalfa Khairani Lolos OSN Astronomi, Siswi MAN 2 Mataram Wakili Kota Mataram ke Tingkat Provinsi
"Pada pelaksanaan Matamuda, kami sudah melakukan deklarasi bersama guru dan murid untuk menolak serta menghentikan segala bentuk kekerasan maupun perundungan di lingkungan madrasah," ujar Sumber, Jumat (17/7).
Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama seluruh warga madrasah agar Matamuda MAN 2 Mataram berlangsung edukatif, menyenangkan, dan sepenuhnya bebas dari praktik bullying maupun senioritas.
Madrasah ingin memastikan setiap murid memperoleh pengalaman pertama yang positif tanpa tekanan ataupun intimidasi.
Sesuai Juknis terbaru, pola pendampingan dalam Matamuda MAN 2 Mataram juga mengalami perubahan.
Guru kini menjadi penanggung jawab utama seluruh kegiatan, sementara keterlibatan murid senior dibatasi hanya kepada peserta didik yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Baca Juga: Disdik Mataram Tekankan Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Selama MPLS, Siswa Belajar dari Rumah
Menurut Sumber, kebijakan tersebut diterapkan untuk menghapus budaya senioritas yang berpotensi memicu intimidasi.
Dengan pengawasan penuh dari guru, seluruh aktivitas Matamuda diharapkan tetap berada dalam koridor pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter.
Selain penguatan karakter, Matamuda MAN 2 Mataram menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, orang tua murid, hingga para alumni yang telah berhasil melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi ternama.
Sekitar sepuluh alumni yang kini menempuh pendidikan di Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta sejumlah kampus unggulan lainnya hadir untuk berbagi pengalaman. Kehadiran mereka diharapkan mampu memotivasi murid baru agar berani bercita-cita tinggi dan terus mengukir prestasi.
Baca Juga: Mobil Listrik SMKN 1 Lingsar Tembus Shell Eco-Marathon, Jadi Satu-satunya Wakil SMK Indonesia
Rangkaian Matamuda MAN 2 Mataram juga diisi dengan bursa pengenalan Unit Layanan (UL) atau ekstrakurikuler.
Sebanyak 34 ekstrakurikuler memperkenalkan berbagai program unggulan kepada murid baru, termasuk unit bahasa Mandarin yang menjadi program baru pada tahun ajaran ini.
"Melalui bursa ini, murid baru diharapkan dapat langsung memilih wadah pengembangan diri sesuai minat, bakat, dan potensi yang dimiliki," kata Sumber.
Ia berharap Matamuda MAN 2 Mataram menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menjadi awal lahirnya generasi berprestasi yang mampu melanjutkan tradisi prestasi madrasah di tingkat regional maupun nasional.
Baca Juga: Transisi PAUD ke SD Jadi Fokus MPLS Mataram, Bunda PAUD Tekankan Anak Belajar dengan Bahagia
Dengan semangat Matamuda, budaya madrasah yang ramah anak, bebas bullying, dan berorientasi pada pengembangan prestasi diharapkan semakin kuat.
“Kami berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang aman agar setiap murid dapat berkembang secara akademik, nonakademik, serta memiliki karakter yang unggul sejak awal menempuh pendidikan,” pungkasnya.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post