LombokPost- Universitas Mataram (Unram) mulai mematangkan persiapan menghadapi Akreditasi 2030. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), Unram menggelar Sosialisasi Peraturan, Instrumen Akreditasi, dan Sistem Informasi SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online) 2.0 BAN-PT di Ruang Sidang Senat Unram, Jumat (17/7). Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga sekaligus meningkatkan mutu perguruan tinggi agar tetap berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan yang dihadiri Rektor Unram Prof Sukardi tersebut menghadirkan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof Ari Purbayanto, sebagai narasumber. Sosialisasi difokuskan pada implementasi regulasi terbaru, instrumen akreditasi perguruan tinggi, serta penggunaan Sistem Informasi SAPTO 2.0 BAN-PT yang akan menjadi acuan dalam proses akreditasi mendatang.
Dalam sambutannya, Prof Sukardi menegaskan bahwa Akreditasi 2030 Unram bukan hanya menjadi tanggung jawab LPMPP atau pimpinan universitas, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika.
Baca Juga: Dana BOS Kini Bisa Bayar Honor PPPK di NTB, Berlaku hingga Desember 2026
"Akreditasi bukan hanya tanggung jawab individu, pimpinan, ataupun LPMPP. Ini adalah tanggung jawab bersama. Dosen harus mengajar dengan baik dan berkualitas, tenaga kependidikan memberikan layanan terbaik, dan mahasiswa harus terus menghasilkan prestasi," ujarnya.
Menurut Prof Sukardi, kualitas akreditasi sangat ditentukan oleh budaya mutu yang dibangun setiap hari. Karena itu, Unram terus memperkuat berbagai program strategis untuk mendukung peningkatan kualitas akademik dan riset.
Sejumlah program unggulan yang tengah dikembangkan diantaranya penguatan startup mahasiswa, riset talenta muda, hingga pembentukan English Club bagi mahasiswa baru untuk meningkatkan kemampuan praktis berbahasa Inggris. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing lulusan sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional.
Baca Juga: Enam Siswa SMAN 2 Narmada Wakili Lombok Barat di Porprov NTB Cabang Bridge
Prof Sukardi juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan perubahan regulasi sebagai peluang untuk berinovasi, bukan sebagai hambatan.
"Apapun perubahan peraturan itu harus dijadikan sebagai peluang. Jangan sampai perubahan aturan menjadi beban. Semua harus menjadi pionir dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Unram," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unram Dr Sitti Latifah mengingatkan meskipun Unram telah meraih predikat Akreditasi Unggul, upaya peningkatan mutu tidak boleh berhenti.
Baca Juga: MTsN 2 Lombok Barat Unjuk Kekuatan Ekstrakurikuler, Paskibra hingga Drumband Tampil Memukau
Menurutnya, masih tersedia waktu sekitar empat tahun untuk melakukan berbagai pembenahan sebelum memasuki siklus Akreditasi 2030. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun budaya mutu yang berkelanjutan, bukan sekadar bekerja menjelang proses akreditasi.
"Selama ini masih banyak pekerjaan yang dilakukan ketika mendekati akreditasi. Padahal akreditasi merupakan proses yang harus dikerjakan secara berkelanjutan sesuai siklus yang telah ditetapkan. Kami berharap seluruh peserta memperoleh pemahaman yang sama melalui bimbingan teknis dari BAN-PT," katanya.
Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Prof Ari Purbayanto menjelaskan implementasi Permen Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dalam berbagai regulasi BAN-PT. Selanjutnya, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 5.0 dan Sistem Informasi SAPTO 2.0 BAN-PT, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif bersama peserta.
Baca Juga: Unram Gandeng PT Agricon Technology Group, Sekaroh Disiapkan Jadi Pusat Pertanian Modern di NTB
Melalui sosialisasi tersebut, Unram menegaskan komitmennya mengawal seluruh proses Akreditasi 2030 secara kolektif, sistematis, dan berkelanjutan. Dengan penguatan budaya mutu serta adaptasi terhadap regulasi terbaru, Unram optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas perguruan tinggi agar semakin kompetitif di tingkat internasional.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post