Lombok Post Bekali Mahasiswa Baru STIKES Mataram Ilmu Jurnalistik

Jay • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:34 WIB
BAGI WAWASAN: Direktur Lombok Post Alfian Yusni memberikan pelatihan jurnalistik kepada ratusan mahasiswa baru STIKES Mataram dalam rangkaian kegiatan PKKMB, Rabu (2/9).
BAGI WAWASAN: Direktur Lombok Post Alfian Yusni memberikan pelatihan jurnalistik kepada ratusan mahasiswa baru STIKES Mataram dalam rangkaian kegiatan PKKMB, Rabu (2/9).

 

LombokPost- Harian Lombok Post membekali ratusan mahasiswa baru STIKES Mataram dengan keterampilan jurnalistik dalam rangkaian PKKMB, Rabu (2/9). Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan mahasiswa menyusun tulisan kesehatan yang akurat, objektif, dan mudah dipahami.

Pengalaman serta kepakaran Lombok Post di dunia jurnalistik dihadirkan langsung oleh Direktur Lombok Post Alfian Yusni. Disaksikan Wakil Rektor III STIKES Mataram Endy Bebasari, S.KM., M.Kes., wartawan senior Lombok Post itu membedah teknik penulisan media dan penerapannya di dunia medis selama dua jam penuh.

Kehadiran Lombok Post dinilai sangat strategis oleh pihak kampus. Meski fokus di bidang keperawatan dan kesehatan, mahasiswa dianggap perlu menyerap keahlian riset dan penulisan khas pers agar mampu menyusun analisis kesehatan yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: UMMAT Pastikan Mahasiswa Asal NTT Terdampak Bencana Tetap Bisa Kuliah

Dalam pemaparannya, Alfian Yusni membagikan standar kerja kewartawanan yang relevan diterapkan mahasiswa ketika mencatat rekam medis maupun membuat artikel kesehatan.

Ia menekankan pentingnya mencatat fakta berbasis bukti langsung, yakni apa yang dilihat, didengar, dan dilakukan. Mahasiswa juga dilatih menghindari opini pribadi dan asumsi tanpa dasar sumber yang jelas.

Kelengkapan elemen tulisan menjadi kunci agar informasi medis yang disajikan tidak memicu salah penafsiran.

Baca Juga: Dari Guru PPPK Jadi PNS, Pemerintah Diingatkan Pembenahan Status hingga Distribusi

Meneladani etika pers yang menghormati privasi, Lombok Post mengingatkan bahwa data rekam medis pasien dilindungi hukum. Penggunaan data di luar kepentingan medis wajib mengantongi izin tertulis dari pasien atau keluarga.

Melalui pelatihan ini, Alfian membekali peserta dengan fondasi utama jurnalistik profesional, yakni formula 5W+1H. Tujuannya membantu mahasiswa menyusun laporan klinis maupun artikel ilmiah secara sistematis dan utuh.

Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan poin paling krusial di awal tulisan agar pesan kesehatan dapat ditangkap dengan cepat oleh pembaca. Caranya dengan mengubah terminologi medis yang rumit menjadi bahasa populer yang mudah dipahami masyarakat luas. Mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan penulisan sehingga terbiasa menyusun laporan rekam medis, artikel ilmiah, dan karya tulis dengan standar akurasi tinggi.

Baca Juga: Supervisi Kolaboratif MAN 2 Mataram Kawal Kurikulum Berbasis Cinta

Manfaat lainnya adalah membiasakan calon tenaga kesehatan untuk selalu memverifikasi data sebelum mengambil kesimpulan klinis atau mempublikasikan informasi.

Selain itu, pelatihan ini membentuk mahasiswa menjadi komunikator kesehatan yang andal dan siap meluruskan mitos atau hoaks kesehatan di masyarakat.

Dampak positif pelatihan dari Lombok Post ini dirasakan langsung oleh peserta. Yanti, salah satu mahasiswa baru, mengaku sangat bersyukur bisa menimba ilmu langsung dari praktisi media ternama. Menurutnya, materi jurnalistik yang disampaikan Lombok Post sangat membuka wawasan dan dikemas dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Lombok Post
jurnalistik Lombok Post pelatihan jurnalistik STIKES Mataram mahasiswa baru STIKES Mataram jurnalistik kesehatan Lombok Post