Unram Perkuat Kerja Sama dengan China, Bidik Magang hingga Riset Bersama

Jay • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:30 WIB
GO INTERNASIONAL: Rektor Unram Prof Sukardi memperkuat kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi di China.
GO INTERNASIONAL: Rektor Unram Prof Sukardi memperkuat kerja sama internasional dengan berbagai perguruan tinggi di China.

 

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) terus memperluas jejaring global. Kali ini, Unram memperkuat kerja sama internasional dengan China melalui kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Negeri Tirai Bambu.

Rangkaian kunjungan berlangsung pada 28 Agustus hingga 3 September 2026. Empat perguruan tinggi menjadi tujuan, yakni Beijing Wuzi University, Nanchang Medical College, Shangrao Normal University, dan Zhejiang Technical Institute of Economics.

Kunjungan Unram ke China tidak sekadar mempererat hubungan antarlembaga. Sejumlah peluang kerja sama dibahas, mulai pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, mobilitas akademik, hingga keterhubungan perguruan tinggi dengan dunia industri.

Baca Juga: Unram dan Universität Kassel Perkuat Kerja Sama Riset

Rektor Unram Prof Sukardi mengatakan, pertemuan dengan perguruan tinggi di China menjadi momentum penting untuk mempertemukan potensi akademik dan budaya dari dua negara.

“Pertemuan dua hari dengan dua universitas berbeda bukan hanya pertemuan dua institusi, melainkan pertemuan dua budaya dan dua negara yang sama-sama memiliki komitmen kuat meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, sains, dan inovasi,” ujar Prof Sukardi.

Sejumlah program menjadi pembahasan utama dalam kerja sama internasional Unram. Di antaranya pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, konferensi internasional, dan publikasi bersama.

Baca Juga: MAN 2 Mataram Sapu Bersih Juara Olimpiade Informatika 2026

Zhejiang Technical Institute of Economics bahkan menyatakan kesiapan mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program pembelajaran di Unram. Peluang itu dinilai dapat memperkuat student exchange dan academic mobility Unram. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan berbeda, tetapi juga berkesempatan membangun jejaring akademik internasional.

Sementara itu, kerja sama dengan Shangrao Normal University membuka peluang mahasiswa Unram untuk magang di China.

Program itu menyasar perusahaan-perusahaan di China, termasuk industri energi terbarukan dan pertambangan.

Kesempatan magang itu diharapkan memberikan pengalaman profesional sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai teknologi, manajemen, dan inovasi di lingkungan industri internasional.

Kolaborasi Unram dengan China juga diarahkan untuk mendukung sejumlah sektor strategis di NTB. Di antaranya energi terbarukan, ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pariwisata.

Baca Juga: PGRI Mataram Galang Donasi Gempa NTT Rp 202,91 Juta

Penguatan kerja sama internasional Unram dilanjutkan melalui kunjungan ke Beijing Wuzi University. Kunjungan itu sekaligus menjadi upaya merevitalisasi kerja sama yang telah dibangun sebelumnya.

Prof Sukardi menegaskan, kesepakatan antaruniversitas tidak boleh berhenti sebagai dokumen. Setiap perjanjian harus diterjemahkan menjadi program yang nyata dan berkelanjutan.

“Sebuah perjanjian tidak boleh hanya sekadar menjadi sebuah dokumen. Perjanjian itu harus menjadi kemitraan yang hidup,” tegasnya.

Baca Juga: Lomba Dulang Penamat MAN 1 Mataram Libatkan BBPOM

Sejumlah program konkret disiapkan melalui kerja sama Unram dengan China. Mulai student exchange, academic mobility, penelitian dan pengabdian bersama, konferensi internasional, magang di China, joint supervision, hingga peluang beasiswa bagi dosen Unram.

“Keterbatasan waktu tidak mengurangi esensi pertemuan. Justru, pertemuan yang terarah dan produktif harus mampu melahirkan agenda yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain Beijing Wuzi University, Unram juga mengunjungi Nanchang Medical College. Pertemuan itu diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi akademik sekaligus pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga: Desa Adat Sade Dibangun Lagi, Unram Siapkan Masterplan Pemulihan Pascakebakaran

Rangkaian kerja sama internasional Unram dengan perguruan tinggi dan mitra industri di China juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program student exchange, academic mobility, magang, joint supervision, serta pengembangan kapasitas dosen mendukung SDG 4 atau Quality Education melalui peningkatan kompetensi dan pengalaman pembelajaran global.

Sementara kolaborasi riset, publikasi, pengembangan teknologi, dan inovasi sejalan dengan SDG 9 tentang Industry, Innovation and Infrastructure.

Peluang kolaborasi di bidang energi terbarukan, ketahanan pangan, dan perubahan iklim juga mendukung SDG 2 tentang Zero Hunger dan SDG 13 tentang Climate Action.

Baca Juga: FKIP UMMAT Satukan Seluruh Ormawa, Siapkan Kader Pemimpin Berdampak

Seluruh program itu diperkuat melalui SDG 17 atau Partnerships for the Goals, yakni dengan membangun kemitraan lintas negara yang melibatkan perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Bagi Unram, perluasan jejaring dengan perguruan tinggi dan industri China bukan sekadar mengejar banyaknya kerja sama. Yang lebih penting adalah memastikan setiap kemitraan memberikan manfaat langsung dan terukur.

Melalui rangkaian kunjungan itu, Prof Sukardi memperkuat kerja sama internasional dengan China dengan orientasi pada program nyata. Mulai mobilitas mahasiswa, riset bersama, publikasi, magang, hingga pengembangan kapasitas dosen.

Semangat from agreement to action menjadi arah baru kerja sama Unram dengan China. Kesepakatan yang telah dibangun diharapkan tidak berhenti di atas kertas, tetapi berkembang menjadi program yang bisa dirasakan mahasiswa, dosen, peneliti, masyarakat, dan dunia industri.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
kerja sama Unram dengan China Unram China Unram Universitas Mataram kerja sama internasional Unram