Magister Pendidikan Dasar Unram Perkuat Riset, Mahasiswa Raih Prestasi Internasional

Jay • Dipublikasikan Kamis, 5 November 2026 | 16:03 WIB
PAPARKAN MATERI: Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si saat memaparkan materi via zoom pada kuliah umum 6 Oktober lalu.
PAPARKAN MATERI: Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si saat memaparkan materi via zoom pada kuliah umum 6 Oktober lalu.

LombokPost- Magister Pendidikan Dasar Universitas Mataram (Unram) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi akademik, pengembangan riset, dan inovasi pembelajaran.

Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan penelitian yang memberikan dampak nyata bagi sekolah dan masyarakat.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kuliah umum bertema Transformasi Pendidikan Dasar Berkelanjutan: Inovasi Pembelajaran, Riset, dan Kolaborasi Menuju SDGs dan Kampus Berdampak pada 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang digelar Program Studi Magister Pendidikan Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unram tersebut menghadirkan akademisi dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Unram.

Kuliah umum dibuka Wakil Dekan I FKIP Unram. Dua akademisi yang hadir sebagai pemateri adalah Prof. Dr. Toto Nusantara, M.Si. dari UM dan Prof. Dr. A. Wahab Jufri dari Unram.

Baca Juga: Unram Ajak Warga Pelangan Pulihkan Lahan Bekas Tambang Emas dengan Rumput Vetiver

Kehadiran akademisi UM menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi. Melalui pertukaran gagasan dan pengalaman, Magister Pendidikan Dasar Unram berupaya memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas riset pendidikan dasar.

Dalam pemaparannya, Prof. Toto Nusantara mengangkat materi Magister Pendidikan Dasar sebagai Penggerak Perubahan: Menghubungkan Pembelajaran, Riset, dan Pengabdian untuk SDGs.

Dia menekankan pentingnya peran program magister dalam mendorong perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Menurutnya, mahasiswa magister tidak cukup hanya menguasai teori dan memenuhi kewajiban akademik.

Mereka juga harus mampu mengidentifikasi persoalan pendidikan, mengembangkan inovasi, serta menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata.

Baca Juga: Unram Latih Warga Relokasi Mandalika Olah Sampah Dapur Jadi Pupuk Organik Cair

"Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori dan menyelesaikan kewajiban akademik. Tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi persoalan pendidikan, mengembangkan inovasi, serta menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata," ujar Prof Toto.

Dia menjelaskan, pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan secara terintegrasi.

Riset mahasiswa, misalnya, dapat diarahkan untuk menjawab persoalan pembelajaran di sekolah, mengembangkan model dan media pembelajaran inovatif, hingga meningkatkan kompetensi guru dan peserta didik.

Orientasi tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 atau pendidikan berkualitas.

Melalui riset pendidikan dasar, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang mendorong pembelajaran inklusif, adil, dan bermutu.

Baca Juga: SDN 42 Mataram Sulap 100 Kilogram Sampah Plastik Jadi Kursi Ecobrick

Sementara itu, Prof. Dr. A. Wahab Jufri menyampaikan materi Riset Pendidikan Dasar Berdampak: Dari Tesis Menuju Solusi Nyata bagi Sekolah dan Masyarakat.

Dia mengingatkan bahwa tesis mahasiswa magister tidak semestinya hanya menjadi dokumen akademik untuk memenuhi persyaratan kelulusan.

Penelitian harus berangkat dari persoalan autentik, menggunakan metodologi yang kuat, serta menghasilkan rekomendasi atau produk yang dapat dimanfaatkan oleh sekolah dan masyarakat.

Menurutnya, budaya riset yang berorientasi pada pemecahan masalah perlu terus diperkuat. Mahasiswa Magister Pendidikan Dasar Unram didorong menghasilkan penelitian yang memiliki kebaruan akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan pendidikan.

Sejumlah bidang yang dapat dikembangkan antara lain inovasi pembelajaran, peningkatan literasi dan numerasi, penguatan karakter peserta didik, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta peningkatan kualitas praktik pembelajaran di sekolah.

“Kedua materi tersebut mempertegas keterkaitan antara pengembangan riset pendidikan dasar dengan SDG 4 dan SDG 17. Selain mendorong pendidikan berkualitas, kolaborasi antarperguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan solusi pendidikan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Baca Juga: Temuan Audit Dana BOS Berulang, Kepala Sekolah di Mataram Terancam Digeser

Penguatan budaya riset di Magister Pendidikan Dasar FKIP Unram mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui partisipasi mahasiswa dalam International Conference on Education and Social Sciences pada 29-30 Oktober 2026.

Dalam forum ilmiah internasional tersebut, mahasiswa Magister Pendidikan Dasar Unram ambil bagian sebagai presenter atau pemakalah serta peserta kompetisi poster ilmiah.

Tidak sekadar mengikuti konferensi, mahasiswa juga berhasil menorehkan prestasi. Salah satu mahasiswa meraih penghargaan Best Presenter.

Sementara mahasiswa lainnya berhasil menjadi juara dalam kompetisi poster ilmiah.

Capaian tersebut menjadi bukti meningkatnya partisipasi dan kapasitas akademik mahasiswa Magister Pendidikan Dasar Unram dalam mempresentasikan gagasan serta hasil penelitian di forum internasional.

Pengalaman mengikuti konferensi internasional juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring, bertukar pengetahuan, dan mengembangkan perspektif penelitian pendidikan dasar.

Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang produktif dan kompetitif.

GO INTERNASIONAL: Mahasiswa Magister Pendidikan Dasar berpartisipasi dalam forum internasional Conference on Education and Social Sciences pada 29-30 Oktober 2026.
GO INTERNASIONAL: Mahasiswa Magister Pendidikan Dasar berpartisipasi dalam forum internasional Conference on Education and Social Sciences pada 29-30 Oktober 2026.

 

Bagi Magister Pendidikan Dasar FKIP Unram, prestasi mahasiswa di forum internasional bukan sekadar pencapaian kompetisi.

Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi indikator penguatan budaya riset, produktivitas akademik, dan kualitas sumber daya manusia.

Program studi juga terus mendorong mahasiswa agar berani mengembangkan gagasan, memublikasikan hasil penelitian, serta berpartisipasi dalam berbagai forum ilmiah. 

“Langkah ini kami harapkan mampu memperkuat kualitas tesis dan mempercepat penyelesaian studi mahasiswa,” tuturnya.

Kedepan, kolaborasi dengan UM dan berbagai mitra strategis lainnya akan terus dikembangkan melalui kegiatan akademik bersama, pertukaran pengetahuan, riset kolaboratif, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui penguatan kolaborasi dan riset pendidikan dasar, Magister Pendidikan Dasar FKIP Unram berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi dunia pendidikan.

Baca Juga: Raperda Perlindungan Petani Buka Peluang Lulusan SMKPPN Mataram Jadi Petani Milenial

Semangat tersebut menjadi bagian dari implementasi Kampus Berdampak. Yakni, memastikan hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak berhenti di lingkungan perguruan tinggi, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Inilah esensi Kampus Berdampak, menghadirkan ilmu pengetahuan yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi tumbuh menjadi solusi dan memberikan manfaat bagi kehidupan," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Magister Pendidikan Dasar Unram Riset Pendidikan Dasar Prestasi Mahasiswa Unram Kolaborasi Unram FKIP Unram