Namun Bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman berharap keputusan itu ditinjau ulang. “Semoga ditinjau kasihan masyarakat,” katanya, Jumat (17/4) lalu.
Mujib melihat situasi pandemi belum ada tanda-tanda mereda. Hal ini berpotensi mengancam keselamatan masyarakat bila agenda politik dipaksa di tengah wabah. “Ya (kalau pendapat pribadi) semestinya pilkada tahun depan saja,” imbuhnya.
Psikologi masyarakat perlu dibuat tenang setelah dibuat tegang oleh wabah. “Begitupun ekonomi perlu dibuat pulih,” imbuh tokoh agama kharismatik itu.
Sejak wabah merebak dia dan H Mohan Rolisikana tidak pernah membahas politik lagi. “Ndak pernah sama sekali,” terangnya.
Fokus perhatian Mujib dan Mohan tersedot pada upaya membantu masyarakat hadapi wabah. “Kita semua fokus di covid-19,” ulasnya.
Pertemuan hanya dilakukan oleh para relawan. Baik relawan Baitul Askhiya yang bergerak untuk pemenangan dirinya dan relawan Mohan yakni Semeton HMR. “(Bukan bahas politik namun) bertemu saat penyemportan rumah-rumah warga dan tempat-tempat ibadah,” pungkasnya. (zad/r2)
Editor : Administrator