Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kakak Gubernur NTB, Adik Calon Wakil Bupati Sumbawa, Dinasti kah?

Administrator • Kamis, 6 Agustus 2020 | 20:30 WIB
Dewi Noviany
Dewi Noviany
MATARAM-Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Sampai akhirnya terpilih dan dianggap layak tampil di Pilbup Sumbawa. Salah satunya dari PKS. “Semua orang berhak, kami di PKS ada proses, nggak ujug-ujug,” tepisnya.

Proses adu gagasan sampai survei telah ditempuh. “Kami ada kandidat satu internal (Muhammad Takdir), satu akademisi (Andy Tirta), setelah disurvei beberapa kali ternyata keinginan masyarakat mayoritas ibu Novi,” klaimnya.

Karena itu, tudingan keluarganya tengah membangun dinasti kekuasaan dianggap tidak beralasan. “Jangan bilang dinasti, kecuali tidak punya kompetensi, kemampuan, nah itu baru jadi tanda tanya,” ujarnya dengan sengit.

Sebaliknya isu dinasti bukan alasan melarang siapapun mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Termasuk yang berlatar belakang keluarga kepala daerah. “Ya jangan juga hanya karena salah satu dari keluarga ada yang jadi pejabat, lalu tidak boleh nyalon, itu nggak benar,” cetusnya.

Menurutnya selama ada kompetensi dan proses seleksi dilalui adil, maka yang terbaik berhak tampil. “Saya sudah mengikuti tahapan dan mekanisme yang ditentukan partai,” tegasnya.

Beberapa partai telah menggelar survei. Hasilnya memutuskan memberikan rekomendasi pada pasangan Mahmud Abdullah-Dewi Noviany. “Sudah ada yang keluarkan rekomendasi, masa kita tolak?,” ujarnya.

Novi menyebut tampil karena dorongan nurani. Melihat posisi perempuan di Sumbawa selama ini masih jadi masyarakat kelas dua.

Terkait jargon Gemilang, Novi berkilah tidak  bermaksud mendompleng nama besar program NTB Gemilang yang diusung sang kakak. “Itu kan asumsi politik yang harus diluruskan, saya kira Gemilang itu sesuatu yang sangat baik, kalau bagus kenapa tidak?,” ujarnya.

Novi mengklaim dasar-dasar kepemimpina itu sudah dikuasainya. “Saya 16 tahun dampingi suami yang jadi camat sebagai ketua PKK,” terangnya.

Pengelolaan kesejahtaraan masyarakat dianggap tidak jauh beda dengan pengelolaan kesejahtaraan melalui Tim Penggerak PKK. “Kalau yang tadinya saya di tingkat kecamatan, saya cuma ingin naik kevel ke tingkat kabupaten,” pungkasnya. (zad/r2)

  Editor : Administrator
#Dewi Noviany #Pilbup Sumbawa #Sumbawa #Zulkieflimansyah