Optimisme sapu bersih itu, tidak lepas dari tren elektoral Pasangan Calon (Paslon) yang diusung Gerindra. Di Loteng, Bima, dan KSB partai Gerindra yang mengusung petahana masih unggul di survei.
Sementara di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sekalipun tidak mengusung petahana, namun jagoan Gerindra diklaim telah melampaui petahana. “Iya itu hasil survei internal kami,” ungkapnya.
Masih dari hasil survei internal Gerindra, publik KLU diklaim rindu dengan kepemimpinan H Djohan Sjamsu. “Ini kan sejarah lama bersemi kembali (Djohan melawan Najmul), dulu pernah bersama lalu pisah,” tuturnya.
H Djohan Sjamsu dan H Najmul Akhyar sama-sama pernah memimpin KLU. Kinerja mereka dalam lima tahun pun kini menjadi bahan diskusi masyarakat. Warga membanding-bandingkan siapa yang paling terbaik diantara keduanya. “Sekarang Najmul, masyarakat sudah melihat kinerjanya saat menjadi nomor satu (Bupati, Red),” terangnya.
Maish dari hasil survei Gerindra, masyarakat diklaim ternyata lebih menganggap kepemimpinan Djohan lebih baik. “Djohan masih di atas,” tegasnya.
Kepemimpinan Djohan dianggap lebih lues dan terbuka dibanding Najmul. “Orang sudah bisa melihat dan merasakan, oh ternyata senior ini (Djohan, Red) lebih mengakomodir,” ulasnya.
Romantisme warga KLU pada kepemimpinan Djohan pun telah memunculkan gelombang dukungan yang sangat besar. Sehingga setiap kali paket JODA turun ke tengah masyarakat, antusiasme masyarkat menyambut selalu tinggi.
Begitu juga paslon di Sumbawa H Syarafuddin Jarot-H Mokhlis. Ridwan mengklaim posisinya saat ini sudah ada di nomor dua. “Oh hasil internal kami Jarot-Mohlis itu di nomor dua loh,” yakinnya.
Sedikit lagi diklaim akan mampu melampaui paslon yang tengah bertengger di posisi satu. Hal ini karena tingkat elektroralnya disebut terpaut tipis. “(Yang diposisi satu) saya kira tidak perlu saya sebut, tetapi kami yakin dapat melampauinya dalam satu bulan ke depan,” tegasnya.
Dengan tren positif ini, sekalipun bukan petahana, Ridwan yakin Gerindra bisa mencengkram kemenangan di sana. “Tentu daerah lain juga masih terus berdinamika,” imbuhnya.
Namun demikian, anggota DPRD NTB itu meminta pada para paslon tidak jemawa apalagi sampai menepuk dada. “Saya sudah berpesan jangan sampai kita over convident, sebab kalau sampai seperti itu berarti kita mau kalah,” katanya.
Angka survei positif saat ini harus dijaga dan ditingkatkan. Salah satunya dengan cara menanamkan perasaan was-was.
Sehingga memacu semangat tim terus bergerak di tengah masyarakat. “Jangan mau berupas diri, karena angka-angka terus bergerak dinamis,” pungkasnya.
Ketua Tim Koalisi Pemenangan JODA Raden Nuna Abriadi pun tak kalah optimis dapat merebut kemenangan. “Kami merasakan gelombang dukungan masyarakat kLU semakin besar, karena JODA sanggup!” serunya berapi-api. (zad/r2) Editor : Administrator