“Jumlah penyalahgunaan terus meningkat,” kata Anggota Komisi V Bidang Kesejahteraan dan Pemberdayaan Perempuan, DPRD NTB HL Budi Suryata, kemarin (28/1).
Mengutip data BNN pada akhir tahun 2021 lalu, kenaikan mencapai 4,8 persen. Perbandingannya di tahun 2020 sebanyak 491 kasus. Sementara di tahun 2022 meningkat menjadi 523 kasus.
Angka kenaikan yang terus mengkhawatirkan itu, telah direspons DPRD NTB dengan mengusulkan Raperda Fasilitasi dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.
“Raperda ini sedang kita persiapkan,” imbuhnya.
Hanya saja, politisi PDIP itu berharap nantinya, bila Raperda itu disetujui menjadi Perda, harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai untuk penanganan.
“Arah dari Raperda ini, kan tidak lagi menghukum pengguna, atau yang kecanduan, karena mereka orang yang sakit,” ujarnya.
Tetapi harus diberikan penanganan kesehatan. Hanya saja, Budi melihat, fasilitas penanganan ini yang belum tersedia.
“Kita belum punya rumah sakit Narkoba,” ujarnya.
Hal inilah yang perlu dipertanyakan sekaligus ditekankan pada Dinas Kesehatan NTB agar ke depan memikirkan ketersediaan rumah sakit khusus itu.
“Kehadiran regulasi ini perlu diantisipasi, bila telah disahkan nanti,” harapnya.
Model rumah sakit ini seperti Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta. Rumah sakit itu merupakan pusat pelayanan khusus, bagi siapa saja yang terjerumus pada penyalahgunaan Narkoba.
Keberadaan RSKO itu, merupakan Unit Pelayanan Teknis di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI.
Maka Budi berharap Dinas Kesehatan NTB dapat mengambil langkah yang sama mengusulkan pada kementerian agar membangun RSKO di NTB.
Terlebih ke depan NTB memiliki tantangan global yang lebih terbuka. Kehadiran berbagai event internasional tidak hanya membawa dampak keekonomian yang besar bagi masyakat NTB.
Tetapi membuka peluang budaya dan perilaku negatif masuk. Seperti perilaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
“Itu yang kita harapkan Dikes telah ada langkah untuk mengantisipasinya,” harapnya. (zad/r2) Editor : Administrator