Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yusril Ihza Mahendra: Ketua PKI Membonceng Ketua Masyumi Naik Sepeda.

Prihadi Zoldic • Senin, 22 Januari 2024 | 21:08 WIB
Momen Yusril Ihza Mahendra, ketua umum PBB bertemu dengan Bambang Widjojanto. (tangkapan layar IG Yusril Ihza Mahendra)
Momen Yusril Ihza Mahendra, ketua umum PBB bertemu dengan Bambang Widjojanto. (tangkapan layar IG Yusril Ihza Mahendra)

 

LombokPost-Yusril Ihza Mahendra, ketua umum PBB membagikan momen dirinya sejenak bertemu dengan Bambang Widjojanto.

"Sahabat lama saya sesama aktivis dan advokat, di sela-sela acara Debat Cawapres tadi malam," kata sang profesor.

Dikatakan, sebagai advokat, mereka sering berbeda pendapat, bahkan saling berhadapan satu sama lain di sidang pengadilan.

Namun sebagai pribadi, kami tetap sahabat dan menjaga silaturahmi.

Perbedaan pendapat, adu argumen dan perdebatan di forum mana saja, apalagi di pengadilan, baginya adalah hal yang wajar.

Yang paling penting, jangan lupakan satu hal: kita adalah sahabat yang saling menghargai dan menghormati satu sama lain.

"Hubungan pribadi antara kita sebagai sahabat dan sesama manusia janganlah menjadi renggang karena kita berbeda ideologi, pemikiran, aliran dan kepentingan politik," kata Yusril melalui unggahan pada akun IG miliknya.

Dia lantas menjelaskan, dirinya belajar dari mentor politik Alm. Mohammad Natsir, tokoh Islam dan Ketua Masyumi.

Dia beda dengan IJ Kasimo, Ketua Partai Katolik.

Lebih beda lagi dia dengan DN Aidit, Ketua PKI.

Tapi hubungan antar pribadi mereka tetap baik.

Natsir lanjut Yusril, selalu mengirim bunga ketika hari Natal ke rumah IJ Kasimo.

Lalu Kasimo sering datang ke rumah Natsir untuk berlebaran.

DN Aidit sering kali membeli dua cangkir kopi di kantin DPR dan satunya diberikan kepada Natsir.

"Ini kopi buat Saudara," kata Aidit, ditirukan oleh Yusril.

Mereka duduk berdua sambil minum kopi dan bercerita ikhwal anak-anak dan keluarga masing-masing.

Bahkan Natsir pernah bercerita kepada dirinya, dia sedang berdiri di gerbang Gedung DPR di Lapangan Banteng, menunggu becak.

Tiba-tiba lewat DN Aidit mengayuh sepeda.

Aidit berhenti dan berkata, "Bung Natsir, ayo saya bonceng sampai ke Menteng."

"Maka suatu hal yang tak terbayangkan bisa terjadi dalam sejarah konflik politik negeri ini: Ketua PKI membonceng Ketua Masyumi naik sepeda," pungkasnya. (hiu)

Editor : Prihadi Zoldic
#dn aidit #bambang widjojanto #muhammad natsir #yusril ihza mahendra